LBH Ajukan Penangguhan Penahanan Nelayan yang Ditangkap

Daeng Manre (tengah)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kota Makassar terus mengawal penolakan tambang pasir, yang dilakukan oleh nelayan Pulau Kodingareng terhadap PT Boskalis.

Sampai hari Minggu, (23/8/2020) kemarin, sudah ada empat orang yang ditahan yang dianggap menghalangi proyek strategis nasional itu, oleh PT Boskalis.

Diantaranya Daeng Manre, Faisal, Nasiruddin, dan Baharuddin. Mereka ditangkap pada waktu dan tempat yang berbeda.

Dari LBH Makassar, pihaknya telah meminta penangguhan penahanan, bagi keempat nelayan malang itu, ke Dit Polairud Polda Sulsel.

Kita upayakan penangguhan Daeng Manre (dan yang lain). Karena tidak diperlukan adanya penahanan. Apalagi statusnya pandemi. Pak Manre juga ini tulang punggung keluarga,” kata Kepala Divisi Tanah dan Lingkungan LBH Makassar, Edy Kurniawan Wahid, Senin (24/8/2020).

Namun sayangnya, upaya untuk penangguhan bagi keempat nelayan ini belum dikabulkan. Padahal Edy yakin, keempatnya tidak akan melarikan diri.

“Tidak mungkin melarikan diri. Karena ini motifnya bukan kejahatan. Murni menolak tambang (PT Boskalis),” pungkas dia.

“Jadi kita upayakan penangguhan yang telah dilakukan tanggal 14 Agustus kemarin. Tapi belum dikabulkan. Meskipun itu kita galang penjaminnya istrinya dan beberapa yang lain. Tapi tetap tidak dikabulkan,” sambung Edy via telepon.

Diketahui, Daeng Mante ditangkap oleh polisi dari Dit Polairud Polda Sulsel di Jalan Pasar Ikan, pada Jumat (14/8/2020) lalu dan ditetapkan tersangka perobek uang.

Komentar

Loading...