Menristek Sebut Para Peneliti Kaya Inovasi di Tengah Pandemi Covid-19

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa pandemi Covid-19 telah membuat kemajuan bagi riset dan inovasi teknologi. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa pandemi Covid-19 telah membuat kemajuan bagi riset dan inovasi teknologi. Kolaborasi antar instansi pun semakin erat akibat hal tersebut.

“Selama pandemi ini, yang jadi referensi bagi kita semua, utamanya bagi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), yaitu mutlaknya kolaborasi dalam kegiatan riset dan inovasi,” ujarnya dalam perayaan HUT ke-42 BPPT dengan tema Membangun Ekosistem Inovasi Teknologi untuk Indonesia Maju secara daring, Senin (24/8).

Menristek mengungkapkan bahwa saat ini sebuah produk hasil riset masih jarang dibuat oleh satu pihak saja. Contohnya di universitas, penelitian dan riset tentunya berdasarkan kolaborasi antar fakultas.

Hanya saja, universitas tentunya membutuhkan bantuan dari instansi luar yang terkait dengan dengan riset dan penelitian. Seperti Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Airlangga (Unair) yang berkolaborasi dengan BPPT serta industri kesehatan untuk membuat alat rapid test.

“Kalau saya sebut, ini riset dan inovasi gaya baru atau riset dan inovasi masa depan. Riset dan inovasi yang basisnya adalah kolaborasi,” terang dia.

Dia juga menjelaskan, di tengah pesatnya penggunaan teknologi, kolaborasi seperti pembuatan alat rapid test itu lebih mudah dilakukan. Tidak perlu melakukan kegiatan riset dan inovasi untuk berkumpul di satu laboratorium.

Komentar

Loading...