Motif Pelemparan Bom Molotov di Kantor PAC PDIP Berkaitan dengan Pembakaran Bendera

Kabidhumas Polda Jawa Barat Kombespol Erdi A. Chaniago. (Bagus Ahmad Rizaldi/Antara)

FAJAR.CO.ID, JABAR — Kabidhumas Polda Jawa Barat Kombespol Erdi A Chaniago mengatakan, kasus pelemparan bom molotov ke kantor Perwakilan Anak Cabang PDIP di Kabupaten Bogor berkaitan dengan pembakaran bendera saat aksi massa di DPR, Jakarta. Hal itu terungkap setelah pemeriksaan terhadap tujuh tersangka pelemparan bom molotov yang telah diamankan Polres Bogor.

Menurut Erdi, ada motif ketidaksukaan tersangka terhadap pembakaran bendera tersebut. ”Motifnya sejauh ini berdasar keterangan, ini ada ketidaksukaan terhadap terjadinya pembakaran bendera pada saat di DPR,” kata Erdi seperti dilansir dari Antara di Polda Jawa Barat, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Senin (24/8).

Baca juga : Polisi Amankan Tujuh Tersangka Bom Molotov ke Kantor PDIP BogorNamun Erdi tidak menyebut pembakaran bendera mana yang dimaksud. Namun yang jelas, pada beberapa waktu lalu ada dua kelompok massa yang melakukan aksi di DPR dan melakukan pembakaran bendera maupun spanduk seorang tokoh dan lambang partai.

Erdi juga tidak menyebut identitas kelompok dari para tersangka. Penetapan tersangka itu, merupakan hasil dari dugaan tindak pidana berdasar barang bukti yang didapat. ”Pada saat itu ada kejadian di DPR dan itu yang menjadi permasalahan, atau menjadi salah satu motif dari mereka,” ujar Erdi.

Dia mengatakan, para tersangka terancam hukuman penjara hingga belasan tahun melalui pasal 187 ayat 1 KUHPidana. Kini para tersangka dilakukan penahanan di Polres Bogor.

Komentar

Loading...