Alihkan Dukungan di Detik Terakhir, Stigma Inkonsistensi Bayangi PKS


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kini sudah menetapkan dukungan di Pemilihan Wali Kota Makassar. Mereka mendukung pasangan Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun Nurdin Halid (Imun). Stigma negatif, inkonsistensi dan pragmatisme kini menghantui partai berlambang bulan sabit kembar tersebut.

Stigma itu muncul dikarenakan, DPW PKS sebelumnya sudah memberikan surat tugas kepada pasangan Syamsu Rizal-Fadli Ananda (Dilan) untuk menggenapkan dukungannya pasca tahapan penjaringan rampung.

“Ini tugas berat bagi PKS untuk menghapus stigma ini (inkonsistensi dan pragmatis). Mereka harus menjelaskan ke publik kenapa tiba-tiba beralih dari Dilan ke Imun?” kata Pengamat Politik UIN Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad, kemarin.

Bagi masyarakat intektual, kata dia, hal itu mungkin bisa dipahami. Tetapi, tidak bagi masyarakat awam. Meski, hampir sebagian besar orang paham, politik itu dinamis.

“Kalau dari saya kenapa PKS tiba-tiba beralih dukungan? Tentu ada banyak faktor. Jika berubah, saya pikir itulah politik,” ujarnya.

Salah satu faktornya, kata dosen Komunikasi Politik UINAM ini, adalah adanya penyamaan visi misi dan tentunya alasan pragmatis.

“Alasan pragmatis yang saya masukkan misalnya, bisakah kandidat jika terpilih tambah suara partai atau siap bantu kegiatan-kegiatan partai,” tutupnya.

Bakal Calon Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal atau akrab disapa Deng Ical, menanggapi santai sikap PKS yang mengalihkan dukungan ke pasangan kandidat lain, Irman Yasin Limpo-Zunnun Nurdin Halid. PKS yang sebelumnya telah menyerahkan surat tugas lalu berpaling dipandangnya sebagai dinamika dan realitas politik.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...