Cawalkot Main di Black Market, Peta Usungan Berubah Jelang Pendaftaran

ILUSTRASI. (int)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Konstelasi politik di Pilwalkot Makassar memanas. Kandidat mulai bermain di black market. Saling telikung usungan bakal terjadi hingga menit akhir pendaftaran.

Pengamat politik Unismuh Makassar, Andi Luhur Prianto mengatakan, proses pendaftaran pasangan calon di KPU Kota Makassar dibuka, Jumat, 4 September. Sisa sepekan lagi. Peralihan dukungan pun mulai muncul. PKS yang awalnya mendukung Syamsu Rizal – Fadli Ananda dengan surat tugas malah memilih ke Irman YL-Zunnun.

Menurutnya, hal itu mengindikasikan seleksi kandidat atau kandidasi di partai politik sangat dinamis. Terutama keputusan dukungan bersifat oligarkis dan sentralistik. Berada di tangan elite DPP partai. Pasti berhubungan dengan akses komunikasi dan jalan-pintas negosiasi dengan elite nasional.

Apalagi, kata dia, sejauh ini PKS tidak memiliki kader internal untuk diusung pada Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) 2020. Situasi itu pastinya membuat determinasi kapital sangat menentukan dalam usungan pasangan calon.

“Determinasi kapital dalam bentuk mahar politik adalah argumentasi yang paling rasional untuk menjelaskan basis penentuan dukungan calon,” ungkapnya.

Secara umum, mahar politik untuk pembiayaan Pilkada terjadi di ruang gelap kandidasi. Situasinya seperti di black market. Pasar gelap politik.

“Jadi pasar gelap itu tempat dukungan politik ditransaksikan secara tertutup. Sesuai hukum permintaan dan penawaran,” bebernya.

Dengan menjadikan mahar politik sebagai basis utama penentuan dukungan, maka parpol sesungguhnya mengarah pada situasi korporatisasi.

Komentar

Loading...