Imam Desa Ungkit Setoran ke KUA, Kepala Kemenag Geram

Kepala Kemenag Bone, Wahyuddin Hakim. (Facebook)

FAJAR.CO.ID, BONE — Imam desa di kecamatan Lamuru mulai cemas. Sebab uang yang dikumpul ke Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) tak jelas peruntukannya.

Di Kecamatan Lamuru ada 12 desa. Masing-masing imam desa menyetor paling sedikit Rp6 juta. Itu tergantung jumlah persen zakat fitrahnya. Kalau persennya tinggi, berarti di atas Rp6 juta.

Salah seorang sumber FAJAR yang meminta dirahasiakan identitasnya mengaku, penyetoran uang senilai Rp6 juta itu dengan dalih kegiatan keagamaan. Dan itu sudah dilakukan setiap tahun.

“Misalnya kalau ada kegiatan halalbihalal di kecamatan susah kalau mau meminta-minta, makanya imam desa sepakat menyetor sesuai dengan persen zakat,” akunya kemarin.

Kata dia, sekarang ini uang itu tidak ditau ke mana dan untuk kegiatan apa. Apalagi, di tengah pandemi tidak diperbolehkan membuat kegiatan.

“Rata-rata semua imam desa menyetor. Sekarang Kepala KUA Kecamatan Lamuru per 1 agustus sudah diganti,” bebernya.

Mantan Kepala KUA Lamuru, Yahya yang dikonfirmasi menjelaskan kalau uangnya itu sudah jelas peruntukannya.

“Sudah jelas. Sudah jelas itu dipertujukan. Sudah ada juga untuk persiapan MTQ, ada juga untuk guru mengaji. Sudah-sudah. Sudah ada,” akunya.

Yahya menjelaskan, uang yang dikumpul itu merupakan kesepakatan dari Kepala KUA sebelum-sebelumnya.

“Tidak ada domainnya Kemenag disitu. Kita saja di kecamatan yang kelola karena banyak kegiatan keagamaan tidak ada anggarannya,” sebutnya.

Komentar

Loading...