IPW Tantang Jokowi Audit Rekening Para Jenderal Polri, Berani?

Presiden Joko Widodo saat pidato dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD. Foto: Instagram Jokowi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menilai Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sangat rawan melakukan praktik korupsi karena kewenangannya yang sangat luas.

Untuk membuktikan itu, Neta menantang Presiden Joko Widodo untuk mengaudit isi rekening semua jenderal kepolisian.

“Jadi Undang-undang, kewenangan, dan diskresi yang dimiliki Polri itu sangat luar biasa dan tidak ada yang mampu mengontrol. Akibatnya apa? Mereka sering berbuat seenaknya saja untuk memperkaya diri. Berbagai cara dilakukan, apakah dia bermain dengan kasus, menjadi pelindung oknum-oknum atau orang-orang yang melanggar hukum,” kata Neta saat berbincang dengan JPNN.com dalam program Ngobrol Politik (Ngompol), Selasa (25/8).

Neta menilai fenomena itu sudah sangat dalam dan sulit untuk diubah. Neta sendiri yang sudah puluhan tahun memantau dinamika Polri melihat tabiat buruk itu tidak bisa diubah oleh jajaran internal sendiri.

“Perbaikan jajaran kepolisian tidak bisa diharapkan dari internal kepolisian, tidak akan mungkin. Karena Kapolri yang sekarang terbebani atau terselimuti beban masa lalu yang tidak ringan, sehingga diperlukan sikap dari presiden,” kata Neta.

Neta menginginkan Presiden Joko Widodo menekan Polri untuk mereformasi besar-besaran di internalnya.

Di sisi lain, Polri juga harus mampu menunjukkan integritas dan mau berubah. “Kalau pimpinan Polri itu tidak berubah, copot lagi ganti yang baru. Kenapa ini menjadi penting? Karena dogma Tribrata. Polri jadi penjaga moral masyarakat. Itu esensinya. Kalau dia sendiri tidak bisa menjaga moralnya, bagaimana dia bisa menjaga moral masyarakat. Bila perlu presiden memerintahkan audit itu semua jenderal polisi. Dari mana kekayaannya,” tegas Neta. (tan/jpnn)

Komentar

Loading...