Kemendikbud Ajak Guru Lakukan Pembelajaran Bermakna?

kemendibud

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengajak para guru untuk mendidik para muridnya dengan memberikan pembelajaran bermakna. Dengan begitu, kualitas pendidikan pun akan tetap terjaga.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Iwan Syahril pun menjelaskan apa yang di maksud dengan pembelajaran bermakna, yaitu mengajak para peserta didik untuk lebih penasaran terhadap pelajaran yang diberikan.

“Jadi bermakna ini intinya mendorong keingintahuan yang selanjutnya. Kalau pembelajaran itu malah mematikan rasa ingin tahu, saya rasa itu tidak bermakna,” jelasnya dalam siaran radio Sonor Fm, Selasa (25/8).

Kata dia, pembelajaran bermakna ini ada beberapa konteks. Pertama adalah bermakna bagi siswa yang artinya relevan dengan kemampuan ataupun kondisi anak tersebut.

“Pembelajaran yang bermakna itu biasanya bisa kita kaitkan dengan kondisi yang ada di sekitar anak saat ini, misalnya guru membuat rancangan pembelajarannya itu secara multi subjek, mapelnya dilakukan dengan memasak. Matematikanya dapet lewat menghitung bahan, lalu literasi bagaimana cara membuat resep,” ucapnya.

Kemudian, yang kedua bisa melalui ketertarikan anak. Salah satu contohnya adalah ketika anak itu senang dalam bermain, maka metode pembelajarannya harus dengan bermain juga.

“Misalnya melalukan pembelajaran yg sifatnya literasi, dia menulis hal dalam waktu yang dialaminya pada saat ini atau menjadi ketertarikannya yang dilakukan dalam masa pandemi, misalnya dia senang bermain dengan adik kakak,” tutup Iwan.

Komentar

Loading...