Orang yang Dianggap Keluarga Tega Membunuh Satu Keluarga dengan Sadis

Rumah keluarga yang menjadi korban pembunuhan di Baki. (Foto: Iwan Kawul/Radr Solo)

FAJAR.CO.ID, SUKOHARJO — Duka masih menyelimuti keluarga korban pembunuhan satu keluarga di Desa Slemben, Desa Duwet, Kecamatan Baki mendatangi penyidik Polres Sukoharjo.

Kuasa hukum keluarga korban, Senin (24/8) mendatangi penyidik Polres Sukoharjo. Selain memastikan kasus hukum itu diproses cepat serta melaporkan hilangnya barang milik korban, kuasa hukum juga sempat menanyakan kronologi peristiwa tragis nan pilu yang terjadi pada satu keluarga tersebut.

Keluarga korban Suranto menunjuk kuasa hukum dari LBH IMM, Muh Kurniawan. Dikatakan Kurniawan, pada kesempatan bertemu dengan penyidik, dia yang mendampingi anggota keluarga juga meminta penjelasan penyidik terkait kronologi peristiwa tersebut. Kepada awak media, kuasa hukum korban pun menjelaskan kronologinya.

“Saat kejadian, pelaku (HT,41, Red) datang ke rumah Rabu (19/8) dini hari. Pelaku diduga sudah berencana melakukan pencurian BPKB, STNK, dan surat lain. Saat kejadian, mobil korban sudah digadaikan dan hendak dijual. Pelaku hendak mencuri BPKB, tapi dipergoki oleh istri Suranto (Sri Handayani). Karena kaget, pelaku membunuh korban Sri Handayani lalu Suranto, disusul dua anaknya,” kata Kurniawan seperti dikutip Radar Solo, Selasa (25/8).

Sadisnya lagi, usai membunuh para korban, pelaku sempat membersihkan badannya yang terkena percikan darah, lalu pergi meninggalkan rumah. Pelaku kabur membawa BPKB dan surat-surat lainnya, lalu membuang barang bukti di daerah Boyolali. Pelaku menjual mobil Toyota Avanza milik korban di wilayah Kartasura seharga Rp81 juta.

Komentar

Loading...