Panik Istri Kram Perut, Suami Adang Mobil Polisi

Selasa, 25 Agustus 2020 19:49

SELAMAT: Kasatlantas Polres Tulungagung AKP Aristianto Budi Sutrisno ketika menjenguk Subandi dan Berliana di rumahnya, ...

FAJAR.CO.ID, TULUNGAGUNG — Pasangan suami istri (pasutri) Subandi, 27 dan Berliana Rysma Hardanti, 18, tak hentinya mengucap syukur. Pasalnya, Berliana dan janin yang tengah dikandungnya selamat.

Setelah Subandi dan rekannya nekat mengadang mobil polisi yang tengah berpatroli di lingkungan Perumahan Rimba Karya dalam upaya cegah 3C (curat, curas, dan curanmor) pada Minggu malam (23/8).

“Tolong bapak, tolong saya,” ucap Subandi, warga Perumahan Rimba Karya, Kelurahan Bago, ketika berusaha menghentikan mobil patroli pada Minggu malam (23/8) kemarin. Itu karena, istrinya yakni Berliana Rysma Hardanti, 18, yang tengah hamil tujuh bulan mengalami kesakitan pada perutnya.

Subandi mengaku tampak panik, terlebih tak ada satu orang pun yang dapat membantu karena tinggal berdua dengan istrinya. Dia pun sempat berusaha mencari kunci kendaraan agar dapat mengantarkan istrinya. Namun upayanya gagal. Kepanikan membuat pikiran Subandi blank hingga memutuskan meminta pertolongan siapa pun yang melintas di depan rumahnya.

Beruntung, sekitar pukul 23.00, mobil patroli lewat. Mobil yang kebetulan ditumpangi Kasatlantas Polres Tulungagung AKP Aristianto Budi Sutrisno ini pun dihadang Subandi dan rekannya yang kebetulan berada di lokasi. “Ketika polisi turun mobil, langsung ditanyai ada apa, saya jawab tolong istri saya kesakitan. Dan teman saya bilang mungkin akan melahirkan. Dari situ polisi langsung bergegas ke dalam rumah untuk membantu,” terangnya.

Berliana yang mengalami kesakitan tidak dapat berdiri. Sehingga harus digendong ke mobil patroli untuk diantarkan ke bidan terdekat. “Khawatir ada apa-apa. Jadi langsung dibawa ke bidan,” terangnya.

Beruntung, secepatnya istrinya dapat bantuan medis. Menurut bidan, istrinya Berliana mengalami kram perut karena kecapekan. “Bayi sempat tidak bergerak. Kemudian setelah dirangsang, janin di dalam perut gerak lagi. Alhamdulillah sekarang kondisinya ibu dan janin sehat. Meskipun sekarang sedikit lemas,” tuturnya.

Di sisi lain, Berliana mengaku pada Minggu malam (23/8) kemarin sangat merasakan sakit hingga tidak dapat berjalan. Beruntung ada mobil patroli melintas depan rumah sehingga bisa mendapat bantuan untuk segera dibawa ke bidan. Dia akui sering mengalami kram perut, tapi tidak separah tadi malam.

“Kalau kecapekan, pasti kram. Tapi kemarin lebih parah. Ini alhamdulillah sudah membaik dan dapat vitamin dari bidan,” jelasnya saat ditemui usai menerima sembako dari Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia, kemarin.

Dikonfirmasi terpisah, Kasatlantas Polres Tulungagung AKP Aristianto Budi Sutrisno, saat dikonfirmasi mengaku awalnya kaget ketika dihadang warga dan Subandi.

Bahkan raut wajah Subandi yang menghadangnya tampak panik, mengingat istrinya yang tengah hamil tujuh bulan mengalami kesakitan. Lantas, dia pun berusaha membantu dengan membawanya ke bidan terdekat.

“Kami hanya mengantarkan ke bidan. Alhamdulillah kondisinya sekarang baik. Ini tadi sudah saya cek kondisinya,” tuturnya.

Sementara itu, video evakuasi Berliana yang saat digendong ke mobil patroli untuk dibawa ke bidan ini sempat viral di beberapa media sosial. Bahkan video yang berdurasi 1 menit 30 detik itu jadi perbincangan hangat warganet. (rt/lai/bel/JPR)

Komentar


VIDEO TERKINI