Pembunuhan Wartawan di Sulbar Diduga Terkait Asmara, Polisi Curigai Rekan Korban

Dompet dan kartu pers korban.

FAJAR.CO.ID, MAMUJU- Motif tewasnya wartawan, Demas Laira (28) di Sulbar mulai ada titik terang. Dugaan sementara masalah asmara.

Polisi memastikan kematian Demas tidak terkait dengan profesinya sebagai jurnalis. Tetapi polisi enggan merinci lebih jauh terkait motifnya. Alasannya, masih penyelidikan.

Namun penyidik sudah mencurigai S, rekan korban yang juga berprofesi wartawan. Itu dikuatkan pengakuan kakak Demas, Tabita. Dia mengakui adiknya punya masalah pribadi dengan teman karibnya itu.

“Saya dengar itu laki-laki (S) ke rumah tante saya melaporkan Demas karena merusak rumah tangganya,” ungkap Tabita, kemarin.

Menurut Tabita, masalah dengan rekannya itu belum diselesaikan hingga sekarang. “Temannya cemburu karena istrinya datang di Salupangkang, dia kira istrinya ada hubungan dengan Demas,” sebutnya.

Pihak kepolisian meminta waktu untuk mengungkap kematian Demas, sebab tergolong kasus besar. Titik terang sudah ditemukan namun masih didalami.

“Kami terus mendalami kasus ini. Motifnya tidak terkait dengan profesi jurnalis,” tegas Kapolda Sulbar, Irjen Pol Eko Budi Sampurno, Senin, 24 Agustus.

Menurut Eko, identitas calon tersangka sudah dikantongi. Pihaknya masih butuh waktu untuk pendalaman bukti yang ada. Dari informasi yang dihimpun, kepolisian telah mengamankan satu orang dekat korban.

“Calon tersangka sudah terpantau, mudah-mudahan bukti yang di kumpulkan semakin menguatkan pelakunya,” katanya.

Sebelumnya, warga Dusun Marga Mulya, Desa Bambadaru, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah itu ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di Jalan Trans Sulawesi di Dusun Salu Bijau. Ada 17 luka tusukan di tubuhnya.

Komentar

Loading...