Pesan Menohok Mantan Menkominfo ke Buzzer: Kembalilah ke Jalan yang Benar

Tifatul Sembiring

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Keberadaan buzzer atau pendengung ikut menjadi perhatian mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) periode 2009–2014, Tifatul Sembiring.

Melalui unggahan di akun Twitternya, politikus PKS ini menilai beberadaan buzzer terutama mereka yang menyuarakan politik dan pemerintahan (buzzerRp) bisa memecah belah bangsa.

“Algoritma buzzerRp ini memecah belah bangsa: Memprovokasi tanpa basa basi, menghakimi tanpa bukti, mencela jika beda, memfitnah tak kenal lelah, menyerang tak pandang orang. Cara2 spt ini mesti dihentikan, krn mengancam persatuan…,” tulisnya, Minggu (23/8/2020).

Sontak, pernyataan Tifatul ini mendapat serangan balik dari akun-akun buzzer yang selama ini memang membuat riuh di media sosial.

“Banyak buzzerRp yg tersinggung dg twit ini. Padahal no mention. Cari makan kok dg cara2 begini, fitnah, cela, provokasi, adu domba, menyalak asal njeplak. Kembalilah kalian kepada jalan yg benar…,” balas Tifatul, Selasa (25/8/2020).

Diketahui, istilah buzzer RP adalah penyuara politik yang dibayar melalui akun-akun di media sosial yang tidak mempunyai reputasi untuk dipertaruhkan. Buzzer RP juga merupakan kelompok yang tak jelas siapa identitasnya, lalu dengan motif ideologis atau motif ekonomi menjadi sosok yang menyebarkan informasi palsu.

Buzzer kerap digunakan untuk melakukan ‘pemasaran’ politik. Buzzer bisa bergerak sesuai keinginannya, namun bisa juga digerakkan oleh pihak tertentu. Cara menyuarakannya pun bisa secara langsung atau secara anonim.

Komentar

Loading...