Polisi Ungkap Fakta Aneh soal Pembunuhan Bos Pelayaran

Proses rekonstruksi pembunuhan bos pelayaran berinisial S. (Sabik Taufan/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Penyidik Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan bos pelayaran PT Dwiputra Tirta Jaya berinisial S berusia 51 tahun. Hasilnya, penyidik menemukan fakta baru yang cukup aneh.

NL, 34, selaku otak pembunuhan sempat mengalami kesurupan saat membahas perencanaan pembunuhan di sebuah hotel di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, pada Minggu (9/8). NL dirasuki oleh arwah ayahnya yang juga guru spiritual para tersangka lainnya. Kemudian arwah itu meminta kepada R alias MM untuk membunuh korban seperti yang direncanakan NL.

“Assalamualaikum apakah kalian siap berjuang?” kata penyidik menirukan adegan NL saat kesurupan arwah ayahnya, Selasa (25/8).

“Siap eyang,” jawab MM, RS dan AJ.

“Maman kapan kamu menepati janjimu? (Lalu sadar dan duduk kembali),” kata penyidik.

Setelah kesurupan itu, para tersangka memutuskan berziarah ke makam ayah NL di Tangerang. Di sana NL kembali mengalami kesurupan.

“Assalamualaikum, izin masuk. Seolah-seolah arwah almarhum masuk ke tubuh NL,” kata penyidik menirukan saat NL kesurupan lagi.

“Silakan,” jawab MM.

Setelah kesurupan itu, para tersangka akhirnya memenuhi permintaah NL untuk membunuh S. Hingga akhirnya eksekusi dilakukan pada 13 Agustus 2020.

Sebelumnya, warga Kelapa Gading, Jakarta Utara digegerkan dengan penemuan jasad di Ruko Royal Gading Square pada Kamis (13/8) siang. Saat ditemukan, kondisi korban cukup memprihatinkan. Karena terdapat cukup banyak luka di bagian tubuhnya.

Komentar

Loading...