Saran Karyono Wibowo ke Pemerintah Soal KAMI: Responslah dengan Ucapan Terima Kasih

Karyono Wibowo

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pernyataan Din Syamsuddin yang menyebut negara bertanggung jawab memulangkan Habib Rizieq Shihab diduga memiliki implikasi politik.

Demikian diyakini Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute, Karyono Wibowo kepada JPNN, Senin (24/8/2020).

“Pernyataan Din Syamsuddin bisa jadi tidak sekadar cek kosong. Tentu memiliki implikasi politik,” ungkap Karyono.

Dalam analisinya, pernyataan Din itu meningkatkan sentimen negatif terhadap pemerintah. Sekaligus, berpotensi mendulang simpati pada pendukung Habib Rizieq.

Tentu saja, arahnya adalah agar ikut mendukung Din dan Koalisi Aksi Menyelematkan Indonesia (KAMI).

Apalagi, Din tidak lain adalah inisiator sekaligus deklarator KAMI. Bahkan, Din kini berstatus sebagai presidium KAMI.

“Menurut saya, ini salah satu manuver yang lumrah dalam pergulatan politik,” ulas Karyono.

Hanya saja, pernyataan Din itu bisa jadi bertepuk sebelah tangan. Pasalnya, belum tentu juga para pendukung Habib Rizieq dan massa 212 tertarik bergabung untuk mendukung KAMI.

Sebab, masih akan terjadi tarik-menarik dari pelbagai kekuatan politik yang membidik kelompok ini sebagai ceruk pemilih.

“Pertanyaannya, apakah para simpatisan HRS dan massa yang tergabung dalam kelompok 212 otomatis mendukung KAMI secara bulat? Menurut saya belum tentu,” ungkap dia.

Dengan manuver yang dipertontonkan toko-tokoh KAMI, lanjutnya, malah seolah mengafirmasi bahwa pendirian kelompok itu tidak sekadar gerakan moral.

Komentar

Loading...