Taufan Pawe Dituding Ugal-ugalan, Tim Formatur Minta Airlangga Ambil Alih Golkar Sulsel

Taufan Pawe

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Aroma konflik di internal DPD I Golkar Sulsel mulai terendus. Itu lantaran Ketua Golkar Sulsel terpilih Taufan Pawe melakukan manuver politik dengan menyusun struktur kepengurusan baru secara individu tanpa melibatkan tim formatur yang diputuskan melalui hasil Musda.

Padahal, seharusnya penyusunan komposisi pengurus baru di Golkar Sulsel periode 2020-2025 diputuskan secara kolektif kolegial dengan melibatkan empat tim formatur lainnya. Bukan formatur tunggal.

Untuk itu tiga tim formatur lainnya masing-masing, perwakilan dari DPD II Farouk M Betta dan Abdillah Natsir serta satu perwakilan dari hasta karya AMPG, Imran Tenri Tatta meminta kepada Ketum DPP Golkar, Airlangga Hartarto agar tidak menerbitkan SK kepengurusan baru yang diusulkan Taufan Pawe ke DPP.

Selain karena cacat prosedural, tindakan yang dilakukan TP secara personal sudah menyalahi aturan dan tidak sesuai kesepakatan hasil Musda ke 10 Golkar Sulsel yang dihelat di Jakarta 6-8 Agustus lalu.

Tak hanya itu, Aru berserta Abdillah dan Imran yang diamanahkan menjadi tim formatur dalam pembentukan dan penyusunan pengurus baru di Golkar Sulsel, meminta Ketum untuk mengambil alih partai berlambang pohon beringin itu di Sulsel.

Tujuannya, demi menjaga marwah dan menyelamatkan Golkar Sulsel dalam melakukan konsolidasi organisasi agar roda mesin partai Golkar di daerah berjalan sesuai koridor kepartaian.

Komentar

Loading...