Tender Proyek di Pinrang Diduga Dimonopoli, KPPU Tunggu Laporan

Ilustrasi proyek

FAJAR.CO.ID, PINRANG– Kesan monopoli tender proyek di Kabupaten Pinrang, juga menjadi atensi Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU). Ada laporan, langsung ditindaki.

Seperti diketahui, jika belasan proyek yang ditenderkan dengan akumulasi nilai pagu berkisar Rp45 miliar, terindikasi dimenangkan teman dekat dan keluarga penguasa di Kabupaten Pinrang.

Kepala KPPU Wilayah VI Makassar, Hilman Pujana, menegaskan, soal persekongkolan tender, itu memang masuk dalam bagian tupoksinya. Sebab diatur dalam UU No. 5/1999, tentang larangan persekongkolan dalam tender.

“Yah silakan laporkan. Setelah itu, kami akan telisik. Apakah itu tender murni atau sudah diatur pemenangnya,” sarannya, Senin, 24 Agustus.

Hilman mengungkapkan, potensi persekongkolan pastinya ada. Maka dari itu, undang-undangnya dibuat dan KPPU punya tugas menelusuri hal tersebut.

Menurutnya, praktek persekongkolan dalam tender ini dilarang agar memberikan kesempatan yang sama kepada pelaku usaha bersaing. “Juga agar hasil pekerjaannya bisa berkualitas,” bebernya.

Soal indikasi persekongkolan dalam tender, Plt Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Pinrang, Andi Amirullah, mengaku, akan melakukan rapat dengan anggotanya.

“Saya juga harus bicarakan dengan teman-teman yang kemarin ikut berkompetisi dalam tender beberapa waktu lalu. Kalau ada yang dirugikan, kami tentu menempuh jalur ke KPPU,” tutupnya. (gsa/dir/fajar)

loading...
Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Komentar

Loading...