Tiga Nelayan Ditangkap dan Perahu Dirusak, Legislator: Mentang-mentang Punya Senjata


FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Anggota DPRD Kota Makassar Hasanuddin Leo mengecam penangkapan terhadap tiga nelayan Pulau Kodingareng oleh polisi dari Polairud Polda Sulawesi Selatan di perairan Makassar, Minggu (23/8/2020) kemarin. Bahkan lepa-lepa (kapal kecil) milik nelayan ditenggelamkan.

Hasanuddin menyayangkan insiden penindakan di luar batas kewajaran tersebut. Ia memandang masih ada upaya lain sebagai penindakan seperti memberi pemahaman dan sosialisasi.

“Masih ada upaya lain sebagai penindakan. Kasihan dong nelayan kecil. Salah total menindaki nelayan seperti itu. Mentang-mentang punya senjata. Banyak pencuri ikan dari negara asing yang tidak ditangkapi. Kenapa nelayan lokal dikasari,” ucap Hasanuddin Leo di Gedung DPRD Makassar, Senin (24/8/2020).

Politisi PAN ini meminta aparat berlaku adil kepada seluruh lapisan masyarakat. Bukan hanya berpihak pada borjuis semata. Ia meminta aparat yang berbuat semena-semena diusut dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Harus diusut, kejar pelaku yang menenggelamkan kapal. Nelayan lokal seharusnya diedukasi, diberi sosialisasi. Apakah sudah diberi peringatan sebelumnya? Kenapa terjadi protes karena minim sosialisasi,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, nelayan Kodingareng yang sedang melaut ditangkap Polairud. Tiga orang dibawa anggota Dit Polairud Polda Sulsel di Makassar. Sementara dua kapal nelayan ditenggelamkan dan satu kapal nelayan dirusak.

Dikutip dari akun Twitter JATAM, diuraikan kronologi terjadinya insiden tersebut. Pada Minggu 23 Agustus 2020 lalu, sekitar pukul 10.00 WITA, kapal penambang pasir laut milik PT Boskalis kembali beraktivitas di lokasi tangkap nelayan. Di sekitar lokasi sudah banyak nelayan yang sedang melaut.

Komentar

Loading...