Wasit Meniup Peluit Panjang, Puluhan Mobil Jadi Pelampiasan Kemarahan Suporter

Petugas pemadam kebakaran melakukan pendinginan terhadap mobil yang hangus dibakar oleh sekelompok suporter di Champs-Elysees kemarin. (Sameer Al-Doumy/AFP )

FAJAR.CO.ID — Muenchen dan Paris. Dua kota yang terpisah 684 kilometer itu sama-sama ”hidup” kemarin WIB.

Tepat setelah wasit Daniele Orsato meniup peluit panjang berakhirnya 90 menit laga final Liga Champions di Estadio Da Luz, pemandangan berbeda ditampilkan dua kota yang menjadi basis dua klub finalis, Bayern Muenchen dan Paris Saint-Germain (PSG).

Di Muenchen, pesta perayaan treble winners dilakukan fans Die Roten, julukan Bayern. Abendzeitung Muenchen menyebutkan, ribuan fans Bayern memenuhi Leopoldstrasse, Muenchen.

’’Bermasker dan berkalung syal, fans datang dengan membunyikan klakson mobil mereka,’’ tulis koran lokal Muenchen itu.

Lalu lintas di jalanan Kota Muenchen pun macet karena kendaraan yang berkonvoi keliling kota. Tidak ada laporan keributan terkait perayaan juara Bayern itu. Yang diabaikan adalah physical distancing serta larangan menyalakan kembang api.

”Semakin larut malam, suasana kota kembali tenang,” kata juru bicara Kepolisian Muenchen kepada TZ.

Jalan Kota Muenchen sudah kembali lengang pada pukul 4 pagi waktu setempat. Tapi, perayaan berupa konvoi kembali muncul pada Senin siang waktu setempat.

Konvoi juga bakal kembali dilakukan saat Manuel Neuer dkk datang dari Lisbon hari ini, sekitar pukul 11.30 waktu setempat. Rencananya, mereka diarak dari bandara menuju ke Saebener Strasse –markas latihan Bayern.

Situasi di Paris sebaliknya. Puluhan mobil dijadikan pelampiasan kemarahan kelompok suporter garis keras PSG. Laporan L’Equipe menyebutkan, fans tersebut juga terlibat bentrokan dengan polisi di Champs-Elysees.

Komentar

Loading...