Abraham Samad Minta Sidang Etik Firli Bahuri Digelar Secara Terbuka

Mantan Ketua KPK Abraham Samad meminta Dewan Pengawas KPK untuk menggelar sidang dugaan pelanggaran kode etik terhadap Ketua KPK Filri Bahuri digelar secara terbuka. (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad meminta Dewan Pengawas KPK untuk menggelar sidang dugaan pelanggaran kode etik terhadap Ketua KPK Filri Bahuri secara terbuka. Hal ini dilakukan agar tidak menimbulkan kecurigaan.

“Saya mendesak seyogyanya sidang dibuat terbuka, agar publik bisa melihat dan memberikan pendapat, jangan ditutup yang hanya akan memunculkan prasangka negatif terhadap hasil pemeriksaan nanti,” kata Samad kepada JawaPos.com, Selasa (25/8).

Sidang dugaan pelanggaran kode etik terhadap Firli Bahuri telah digelar pada Selasa (25/8) di Gedung ACLC KPK secara tertutup. Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean sebagai pimpinan sidang dengan anggota Albertina Ho dan Syamsuddin Haris.

Samad menyayangkan sidang dugaan pelanggaran kode etik yang digelar tertutup. Menurutnya, seharusnya sidang dugaan pelanggaran kode etik berjalan secara terbuka. Seperti halnya sidang etik yang pernah dialaminya ketika masih menjadi Ketua KPK.

“Seperti waktu sidang etik terhadap kami dalam kasus bocornya sprindik Anas Urbaningrum beberapa tahun lalu. Saat itu, saya dan Adnan Pandu disidang terbuka oleh majelis etik yang ditonton media,” beber Samad.

Samad menegaskan, beberapa kasus pelanggaran etik penyelenggara negara disidangkan secara terbuka. Samad lantas mencontohkan, seperti DKPP dan sidang di MKD yang digelar terbuka.

“Sidang etik tertutup Dewas KPK terhadap Pimpinan KPK saat ini berpengaruh terhadap akuntabilitas pemeriksaan Dewas terhadap Pimpinan KPK, publik akan curiga,” cetus Samad. “Apalagi beberapa anggota Dewas KPK berasal dari mantan hakim yang terbiasa dengan sidang terbuka. Ini aneh,” sesalnya.

Komentar

Loading...