Antasari Azhar Pertanyakan Uang Djoko Tjandra Rp546 Miliar, Wakil Jaksa Agung Sebut Sudah Dieksekusi

Djoko Tjandra (baju oranye) saat digelandang polisi. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Wakil Jaksa Agung, Setia Untung Arimuladi akhirnya buka suara terkait dengan eksekusi uang Rp546 miliar dalam kasus cessie Bank Bali. Menurut dia, eksekusi tersebut telah dilakukan sebelas tahun lalu.

”Senin tanggal 29 Juni 2009 jam 19.00 WIB,” ungkap dia kepada awak media Selasa (25/8).

Keterangan tersebut dia sampaikan untuk menyikapi pernyataan Antasari Azhar yang sempat mempertanyakan keberadaan uang tersebut.

Arimuladi merupakan kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan saat eksekusi uang ratusan miliar itu berlangsung. Sebagai jaksa, dia menyatakan sudah menjalankan tugas mengeksekusi putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. ”Bahwa pada saat itu telah dilaksanakan eksekusi di Bank Permata,” imbuhnya.

Bahkan, dia menyebut eksekusi tersebut juga disaksikan langsung oleh awak media yang ikut meliput.

Saat itu, lanjut Arimuladi, dirinya juga datang langsung ke Bank Permata. ”Uang sebesar Rp 564 miliar kurang lebih telah disetorkan melalui RTGS (real-time gross settlement) langsung ke kas perbendaharaan negara di Kementerian Keuangan,” kata dia. ”Ada bukti setor yang telah disetorkan ke kas negara,” tambahnya.

Dia mempersilakan semua pihak yang tidak percaya untuk memverifikasi langsung kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Melalui keterangan yang disampaikan kemarin, Arimuladi berharap kabar-kabar tidak benar yang terkait dengan eksekusi uang dari kasus cessie Bank Bali tidak lagi disebar. ”Kepada seluruh warga masyarakat untuk tidak berspekulasi menyudutkan kejaksaan selaku eksekutor,” pintanya.

Komentar

Loading...