Bukan Uang Damai, Keluarga Korban Salah Tangkap Murni Terima Santunan

MF, korban salah tangkap.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Keluarga MF, 13 tahun, mengaku bersyukur menerima uang santunan. Sebelumnya, Abdul Karim disebut-sebut menerima uang damai sekaligus santunan untuk MF, yang mendapat luka lebam pada matanya.

Rupanya, uang yang ia terima murni adalah santunan dari aparat kepolisian untuk mengobati luka MF, atas siksaan yang ia terima.

“Sudah saya bilang uang Rp2 juta itu bukan uang damai. Santunan dari Polsek yang dermawan karena melihat keponakan saya lebam,” kata Karim kepada fajar.co.id, Rabu (26/8/2020).

“Pihak keluarga tidak menerima uang sepeser pun dari oknum yang terlibat atau uang damai. Mungkin bisa dibedakan uang damai dan uang pemberian rasa iba, terhadap yang menimpa keponakanku,” sambung dia, melalui pesan singkat.

Kasus ini pun telah selesai dan tak lagi diperpanjang. Keluarga juga telah memaafkan pihak yang terkait.

Aparat kepolisian pun hanya manusia biasa dalam menjalankan tugasnya, dalam memberantas aksi tawuran yang marak di Kota Makassar.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo, mengklarifikasi beredarnya pemberitaan di media sosial.

Hal itu terkait dugaan salah tangkap dan penganiayaan oleh oknum anggota Polsek Bontoala Makassar, terhadap MF, 13 tahun, saat melakukan pembubaran tawuran.

“Jadi bukan salah tangkap, saat polisi tiba, langsung membubarkan massa dan dilakukan penyisiran dan didapati 3 (tiga) orang anak remaja ini ikut juga melarikan diri, sehingga diduga kuat ikut melakukan perang kelompok. Begitu pula isu ditabrak, itu tidak ditemukan keterangan terkait hal tersebut,” ungkap perwira tiga bunga ini. (Ishak/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...