Dituding Lamban, Taufan Pawe: Saya Ingin Wujudkan Struktur Kepengurusan Ideal

Rabu, 26 Agustus 2020 08:59

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Ketua DPD I Golkar terpilih Taufan Pawe (TP) angkat bicara terkait polemik di internal partai yang kian memanas. Di mana, tiga dari lima formatur Musda X yakni Abdillah Natsir, Farouk M Betta dan Imran Tenri Tata, menggelar rapat sendiri dan menghasilkan komposisi kepengurusan DPD I Golkar Sulsel.

Taufan Pawe dianggap lamban dan terkesan acuh dengan masa depan Golkar Sulsel karena hingga tiga pekan pasca dirinya terpilih di Jakarta, struktur pengurus inti Golkar belum juga terbentuk. Bahkan SK dirinya sebagai Ketua Golkar Sulsel pun belum diterbitkan.

Padahal sesuai keputusan Musda X yang digelar di Jakarta, formatur hanya diberi waktu sepekan sejak TP ditetapkan 7 Agustus lalu untuk membentuk kepengurusan.

TP pun menegaskan usulan susunan struktur kepengurusan sejak 21 Agustus 2020 sudah berada di meja Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto. “Usulan strukturnya sudah ada di DPP,” singkat Walikota Parepare itu, Selasa (25/8/2020) malam.

Taufan menyadari munculnya komposisi kepengurusan yang dibuat oleh tiga formaturnya merupakan buntut kekecewaan. Sebab, mereka menolak beberapa nama, salah satunya menolak anggota Fraksi DPRD Sulsel masuk dalam susunan kepengurusan DPD I Golkar Sulsel.

“Ini adalah luapan kekecewan ketiga formatur itu. Saya ingin bagaimana terwujud struktur kepengurusan ideal,” katanya.

“Sesuai saran DPP agar anggota fraksi difungsikan, atau dioptimalisasikan. Tentu saya masukkan dalam kepengurusan,” TP menambahkan.

Bukan hanya itu, Taufan juga merasa tidak nyaman lantaran ketiga formatur tersebut masih mengkait-kaitkan nama Nurdin Halid.

“Jangan masa lalu kemudian menjadi beban bagi saya menata masa depan Golkar,” jelasnya.

TP juga meminta tim formatur memahami posisinya yang hanya sebatas memberi saran dan masukan kepada ketua terpilih. Soal apakah usulan tersebut mau diikuti atu tidak, itu urusan lain.

“Formatur hanya sebatas saran, tidak lebih dari itu,” tukasnya.

Taufan pun mengakui lima formatur sudah melakukan rapat bersama di Jakarta. Namun, tiga formatur tersebut tetap menolak hasil rapat tersebut.

“Sudah rapat bersama, dan saya menyodorkan nama struktur, namun mereka menolak beberapa nama, termasuk nama anggota Fraksi yang masuk dalam struktur, serta beberapa nama untuk mengisi jabatan yang mereka tawarkan,” jelasnya.

“Mereka balik ke Makassar tidak bilang-bilang. Padahal kami hanya tunda, besoknya akan dilanjutkan,” tutup Taufan.

Sebelumnya dikatakan Risman Pasigai, Mantan Ketua Panitia Musda X Golkar mengibaratkan saat ini Golkar Sulsel seperti anak ayam kehilangan induk. Tanpa adanya kepengurusan sah, Golkar bergerak stagnan.

Dengan kondisi yang ada saat ini, Risman meminta TP legowo meletakkan jabatannya sebagai Ketua Golkar Sulsel jika tidak sanggup membawa partai ini kembali ke era kejayaan.

Apalagi, lanjut Risman, Golkar akan berkontestasi Pilkada di 12 kabupaten/kota tahun ini dimana perhelatan politik 5 tahunan itu sudah ada di depan mata.

Muncul pula dorongan dari tiga tim formatur lainnya masing-masing, perwakilan dari DPD II Farouk M Betta dan Abdillah Natsir serta satu perwakilan dari hasta karya AMPG, Imran Tenri Tatta meminta kepada Ketum DPP Golkar, Airlangga Hartarto agar tidak menerbitkan SK kepengurusan baru yang diusulkan Taufan Pawe ke DPP.

Tujuannya, demi menjaga marwah dan menyelamatkan Golkar Sulsel dalam melakukan konsolidasi organisasi agar roda mesin partai Golkar di daerah berjalan sesuai koridor kepartaian. (endra/fajar)

Bagikan berita ini:
9
8
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar