Jokowi: Kita Mulai dengan Menerbitkan Omnibus Law


Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, dirinya tidak ingin lagi mendengar ada regulasi yang tumpang tindih satu dengan lainnya. Sehingga hal itu malah menyulitkan para pelaku usaha.

Semua regulasi haru dibenahi. Termasuk regulasi yang tidak memberikan kepastian hukum. Prosedur yang berbelit-belit harus dihilangkan mulai saat ini.

“Termasuk regulasi yang membuat pejabat dan birokrasi tidak berani melakukan eksekusi dan inovasi. ini yang harus kita rombak dan kita Sederhanakan,” ujar Presiden Jokowi Jokowi saat memberikan sambutan dalam aksi nasional pencegahan korupsi‎ di Istana Bogor, Rabu (26/8).

Untuk itu, Presiden Jokowi menjelaskan pemerintah bersama dengan DPR sedang menggodok Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law. Tujuannya undang-undang yang yang tumpang tindih bisa disinkronkan menjadi satu.

“Kita mulai dengan menerbitkan Omnibus Law. Satu undang-undang yang mensinkronisasikan puluhan undang-undang secara serempak. Sehingga antar undang-undang bisa selaras memberikan kepastian hukum serta mendorong kecepatan kerja dan inovasi dan akuntabel serta bebas korupsi,” katanya.

Jokowi berjanji akan terus melakukan sinkronisasi regulasi ini secara berkelanjutan. Sehingga tidak lagi ada regulasi yang berbelit-belit. Kemudian tidak ada lagi regulasi yang tumpang tindih dan termasuk bisa memberikan kepastian hukum ke masyarakat.

“Jika bapak ibu menemukan adanya regulasi yang tidak sinkron, yang tidak sesuai dengan konteks saat ini berikan masukan kepada saya,” ungkapnya. (jpc/fajar)

Komentar

Loading...