Kekasih Sudah Menunggu di Rumah, Aksi Terlarang Terjadi Begitu Mahasiswi Magister Ilmu Hukum Datang

Pria berinisial R dihadirkan dalam konferensi pers kasus mahasiswi yang tewas tergantung di ventilasi rumah, di Mapolresta Mataram, NTB, Jumat (14/8/2020). Foto: ANTARA/Dhimas B.P.

FAJAR.CO.ID, MATARAM – Penyidik Polresta Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa (25/8), menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan mahasiswi inisial LNS, yang jasadnya ditemukan dalam kondisi tergantung di ventilasi rumah.

Rekonstruksi digelar di tempat kejadian perkara (TKP), yakni di rumah yang dihuni tersangka berinisial R (22) bersama adiknya yang masih SMA, di Jalan Arafah II, Nomor 4, Komplek Perumahan Royal Mataram. Pria inisial R adalah kekasih korban.

“Ada 35 adegan yang diperagakan,” kata Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa ketika ditemui wartawan usai rekonstruksi pembunuhan LNS yang digelar secara tertutup.

Kadek Adi menjelaskan, rekonstruksi dimulai dari adegan tersangka datang ke TKP seorang diri menggunakan kendaraan roda dua merek Honda Vario berwarna merah. Setelah kendaraannya diparkir di halaman depan, tersangka masuk ke dalam kamar.

Tidak ada siapa pun, melainkan hanya tersangka seorang diri yang sedang menunggu kedatangan korban.

“Kemudian adegan lanjut ketika korban datang (dengan kendaraan roda dua merek Honda Beat warna putih), sampai terjadi pencekikan di dalam, habis itu keluar,” ujarnya.

Setelah korban dicekik, jasadnya digantung di ventilasi rumah dengan seutas tali nilon. Kadek Adi menjelaskan bahwa tersangka memerankannya seorang diri.

Adegan membuat korban meninggal seolah-olah akibat gantung diri, dilakukan R tanpa ada keterlibatan orang lain. “Sementara yang kami temukan tunggal,” ucapnya.

Lebih lanjut Kadek menjelaskan, tersangka memanfaatkan kursi sofa untuk bisa mengangkat jasad LNS dan menggapai lubang ventilasi tempat menggantung korban yang jaraknya sekitar tiga meter dari lantai.

“Dengan bantuan kursi sofa sehingga jarak antara tempat menggantung dan untuk mengangkat, sehingga lebih ringan. Sehingga satu tangan untuk angkat korban, dan satu tangan untuk tarik tali,” katanya.

Dalam adegan tersebut, pihak kepolisian mengganti peran korban dengan menggunakan boneka manekin. “Karena tidak mungkin kami pakai manusia pas digantung itu,” ucapnya.

Lebih lanjut, kesimpulan sementara dari hasil rekonstruksi dikatakan bahwa seluruh adegan yang diperankan tunggal oleh tersangka sudah sesuai dengan keterangannya dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

“Semua sesuai dengan keterangannya dalam BAP,” kata Kadek Adi.Karenanya, lanjutnya, pihak kepolisian belum melihat fakta baru dari hasil rekonstruksi pembunuhan mahasiswi yang baru diterima masuk Program Studi Magister Ilmu Hukum Universitas Mataram itu.

“Makanya kami sandingkan juga dengan keterangan Titi (saksi pertama dari teman tersangka dan korban yang menemukan jasad LNS tergantung di ventilasi rumah). Kalau pun ada petunjuk lain, mungkin bisa jadi acuan, bisa kami lakukan (pengembangan), tetapi untuk sementara belum ada,” kata Kadek Adi. (ant/jpnn/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...