Paslon Adu Cepat Mendaftar, Saling Jaga Dukungan Partai

Rabu, 26 Agustus 2020 14:07
Belum ada gambar

Grafis Pilwalkot Makassar

“Mereka merasa tetap tidak aman, meski surat B1.KWK di tangan. Makanya berlomba untuk segera mendaftar di KPU,” ungkapnya.Rasa khawatir paslon, diakuinya, bukan tanpa alasan. Kalau melihat tingkat dinamika kontestasi, upaya membegal dukungan partai sudah merupakan bagian dari kompetisi.

Di sisi lain secara elektoral, beberapa kandidat memiliki kepentingan untuk mengeliminasi lawan di tahapan seleksi kandidat. “Mereka ingin menyederhanakan kompetisi, dengan mengeliminasi pasangan calon tertentu,” jelasnya.

Potensi peralihan dukungan masih sangat mungkin terjadi. Apalagi jika keputusan dukungan sudah tersandera oligarki. Merekalah yang bisa menyeleksi para pasangan calon berkontestasi. “Kendali ada di pemodal dan elite partai. Etika politik, bukan variabel penting yang pengaruhi operasi elektoralnya,” imbuhnya.

Lebih jauh, ia menilai, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) atau Pemilihan Wali Kota Makassar selalu menjadi pertarungan ronde panjang. Bahkan sebelum masuk ring sesungguhnya di persaingan TPS. Apalagi kalau merujuk pada pengalaman Pilkada 2018, upaya eliminasi pasangan calon akan terus terjadi.

“Bahkan ketika mereka sudah memenuhi syarat dukungan partai atau setelah penetapan calon resmi. Tetap ada potensi mendiskualifikasi lawan,” tegasnya.

Menurut pengamat Politik Unhas, Andi Ali Armunanto, kandidat Paslon berlomba-lomba mendaftar pada hari pertama pendaftaran pada dasarnya untuk menunjukkan ke publik bahwa mereka sudah siap bertarung dan bisa berarti tak ada lagi keraguan untuk tak maju di Pilwalkot.

Bagikan berita ini:
5
5
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar