Paslon Adu Cepat Mendaftar, Saling Jaga Dukungan Partai

Rabu, 26 Agustus 2020 14:07
Paslon Adu Cepat Mendaftar, Saling Jaga Dukungan Partai

Grafis Pilwalkot Makassar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Jadwal pendaftaran pasangan calon dibuka Jumat, 4 September dan ditutup Minggu, 6 September. Konstelasi pun memanas. Saling telikung meraih dukungan partai masih berpotensi. Kandidat pun ancang-ancang mendaftar di hari pertama pendaftaran.

Koordinator Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kota Makassar, Gunawan Mashar mengatakan, sejauh ini ada tiga paslon yang konsultasi dan menyampaikan akan datang di hari pertama pendaftaran. Baik Munafri Arifuddin-Rahman Bando, Syamsu Rizal- Fadli Ananda, dan Danny Pomanto-Fatmawati.

Dalam surat permohonannya, kata dia, saling berdekatan. Sehingga akan melakukan konsultasi dan memberikan jadwal agar tidak bersamaan datang ke KPU pada 4 September.

“Sudah ada yang mengirim permohonan jadwal. Hanya saja ada yang berdekatan jadi harus dijadwal agar tidak bersamaan,” tuturnya.

Ia juga memastikan, KPU sudah sosialisasi ke partai dan Liaison Officer (LO) bakal pasangan calon sebagai bentuk penjelasan dan antisipasi agar tak ada kendala nantinya dalam proses mendaftar. Selain terkait syarat, dokumen dan mekanisme pendaftaran, pihaknya juga mewanti-wanti agar tidak banyak massa.

“Jadi kami sudah sampaikan ke tim paslon agar tidak membawa massa untuk menghindari kerumunan yang berpotensi menyebarkan covid-19,” ujarnya.

Pengamat politik Unismuh, Andi Luhur Prianto menyampaikan potensi salip menyalip dukungan partai politik sepertinya memang membuat paslon gelisah. Hal itu membuat mereka seperti ingin adu cepat mendaftarkan dukungan ke KPU.

“Mereka merasa tetap tidak aman, meski surat B1.KWK di tangan. Makanya berlomba untuk segera mendaftar di KPU,” ungkapnya.Rasa khawatir paslon, diakuinya, bukan tanpa alasan. Kalau melihat tingkat dinamika kontestasi, upaya membegal dukungan partai sudah merupakan bagian dari kompetisi.

Di sisi lain secara elektoral, beberapa kandidat memiliki kepentingan untuk mengeliminasi lawan di tahapan seleksi kandidat. “Mereka ingin menyederhanakan kompetisi, dengan mengeliminasi pasangan calon tertentu,” jelasnya.

Potensi peralihan dukungan masih sangat mungkin terjadi. Apalagi jika keputusan dukungan sudah tersandera oligarki. Merekalah yang bisa menyeleksi para pasangan calon berkontestasi. “Kendali ada di pemodal dan elite partai. Etika politik, bukan variabel penting yang pengaruhi operasi elektoralnya,” imbuhnya.

Lebih jauh, ia menilai, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) atau Pemilihan Wali Kota Makassar selalu menjadi pertarungan ronde panjang. Bahkan sebelum masuk ring sesungguhnya di persaingan TPS. Apalagi kalau merujuk pada pengalaman Pilkada 2018, upaya eliminasi pasangan calon akan terus terjadi.

“Bahkan ketika mereka sudah memenuhi syarat dukungan partai atau setelah penetapan calon resmi. Tetap ada potensi mendiskualifikasi lawan,” tegasnya.

Menurut pengamat Politik Unhas, Andi Ali Armunanto, kandidat Paslon berlomba-lomba mendaftar pada hari pertama pendaftaran pada dasarnya untuk menunjukkan ke publik bahwa mereka sudah siap bertarung dan bisa berarti tak ada lagi keraguan untuk tak maju di Pilwalkot.

“Semakin cepat mendaftar maka itu bisa berarti bagus pada pencitraan mereka ke publik. Artinya, masyarakat bisa menilai mereka bersungguh-sungguh untuk maju,” bebernya.

Jubir Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando, Fadli Noor memastikan pihaknya akan mendaftar di hari pertama pendaftaran sebab menilai tak ada lagi hal yang menghalangi untuk proses pendaftaran di KPU.

“Kami kan sudah sangat siap, jadi untuk apa dipending-pending. Sesuatu yang baik harus disegerakan. Jadi hari pertama (4 September) kami pastikan mendaftar,” tegasnya.

Ketua DPW PSI Sulsel ini juga tidak menampik adanya dorongan yang kuat dari barisan pendukung dan simpatisan yang ingin ikut dalam proses pendaftaran.

“Pada dasarnya kami paham terbatas 15 orang, tetapi kami berupaya semaksimal mungkin jika ada rombongan secara iklas mau ikut akan dijaga agar tak terlalu berkerumun nantinya,” jelasnya.

Saat ini paslon Appi-Rahman telah mengamankan empat partai yakni PPP (5 kursi) , Demokrat (6 kursi, dan Perindo (2 kursi) dan PKS (non parlemen) atau total 13 kursi.

Bukan hanya paslon Appi-Rahman yang ingin menjadi pendaftar di hari pertama, kandidat paslon lainnya Moh. Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi Masse juga memilih lebih awal mendaftar.

Bakal calon Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto (DP) menjelaskan ada alasan filosofis sehingga pihaknya memilih mendaftar di hari pertama.

“Kenapa tanggal 4 itu karena bertepatan dengan hari Jumat. Ini adalah hari yang penuh berkah,” ujarnya.

Begitu pula dengan jadwal pendaftaran, mantan wali kota Makassar ini akan memilih antara pukul 8-9 pagi dengan alasan angka tersebut unik dan indentik dengan dirinya. “Pukul 8 dan 9 ini adalah angka saya. Saya suka angka ini,” bebernya.

Dari sisi dukungan partai Nasdem (6 kursi) dan Gerindra (5 kursi), Danny menyatakan sudah cukup sehingga tak perlu lagi menunggu lama-lama untuk masuk di area kontestasi Pilkada. Apalagi dukungan kedua partai tersebut sudah dalam bentuk B.1 KWK yang sudah bisa langsung dipakai mendaftar di KPU.

Terpisah, Ketua Bappilu DPD Partai Nasdem Makassar Mario David, membeberkan terkait struktur pemenangan Danny-Fatma pada Pilwalkot Makassar 2020, sebenarnya sudah rampung. Hanya saja, saat ini masih perlu klarifikasi siapa saja tokoh yang bersedia hadir. Khususnya saat deklarasi.

Begitupula dengan yang akan mendampingi Danny-Fatma pada saat pendaftaran pada 4 September mendatang di KPU. Pastinya, kata dia, mulai dari ketua hingga anggota DPD Nasdem dan Gerindra hampir bisa dipastikan hadir baik pada saat deklarasi maupun saat pendaftaran.

“Kalau untuk saat ini yang sudah terkonfirmasi sudah ada beberapa nama. Hanya saja, nama-namanya belum bisa disebut,” ujarnya.

Syamsu Rizal menyampaikan secara dukungan pihaknya sudah mengamankan tiga partai. PDIP enam kursi, Hanura (3 kursi) dan PKB (1 kursi). Total 10 kursi. Bentuk dukungan pun sudah final dalam bentuk B.1 KWK. Dengan demikian komposisi tersebut sudah memenuhi syarat pendaftaran di KPU yakni 10 partai.

“Dukungan syarat pencalonan sudah lengkap, sehingga kami tidak perlu menunggu lama untuk mendaftar,” tegasnya.

Terkait deklarasi, mantan wakil wali kota Makassar ini menyatakan tengah dimatangkan dan memastikan prosesnya memerhatikan standar protokol kesehatan.

“Masih sementara kami godok bersama partai pengusung,” jelasnya.

Adapun soal teknis rencana pendaftaran ke KPU masih dibahas dan dimatangkan apalagi proses Pilkada kali ini juga relatif baru sebab dilaksanakan di masa pandemi wabah Covid-19 sehingga ada regulasi baru dari KPU yang masih ditunggu.

“Insyaallah, Dilan akan mendaftar ke KPU Makassar pada 4 September pukul 08.00 Wita,” bebernya.

Sementara itu pihak paslon Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun NH mengakui belum memutuskan agenda untuk pendaftaran. “Kalau tanggal pasti pendaftaran ini kami berdiskusi dengan partai pengusung,” kata Jubir Irman Yasin Limpo (None), Arvelia Arifin.

Paslon dengan tagline IMUN itu didukung tiga partai. Golkar (5 kursi), PAN (5 kursi), dan PKS (5 kursi) atau total 15 kursi. (abd-sua/abg/fajar)

Bagikan berita ini:
3
3
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar