PPP Disebut Bakal Jadi Kapal Tua yang Segera Karam, Toto Izul Fatah Sarankan Rangkul Gatot dan Sandi

Sandiaga Salahuddin Uno-- jawa pos

Perlunya figur kuat di PPP itu lebih karena partai tersebut memilih kelompok Islam sebagai captive market yang turun temurun sejak Orde Baru. Bahkan, sekarang mereka mulai kecewa karena beberapa pemimpin partai tersebut dinilai sudah tak lagi merefresentasikan spirit Islam. Ditambah lagi, ceruk yang sama, sekarang sudah diambil merata partai berbasis Islam yang lain seperti PAN, PKS dan PKB.

Idealnya, lanjut Toto, PPP bisa seperti Golkar yang tidak tergantung pada figur ketua umum karena punya sistem yang relatif kokoh dengan cengkraman kukunya yang kuat dan merata di birokrasi kekuasaan. Namun, PPP tak cukup memiliki imunitas dalam menghadapi goncangan internal dan eksternal.

“Karena itu, dalam konteks hari ini, yang dibutuhkan PPP adalah hadirnya figur seperti Pak Gatot Nurmantyo dan Pak Sandi. Jika tidak, Pileg 2024 mendatang mungkin akan menjadi momen pahit karamnya partai yang punya sejarah cukup panjang di tanah air ini. Apalagi jika Parliementary threshold 5% diputuskan DPR,” tegasnya.

Dalam pengamatan Toto, sampai saat ini belum ada figure internal yang punya potensi mengerek electoral partai ini, kecuali harus membuka peluang masuknya figure dari luar partai yang di PPP-kan. “Sejauh ini, hanya Pak Gatot dan Pak Sandi yang memenuhi kriteria tersebut, baik secara intelektual, moral, electoral dan modal social,” tandasnya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...