Struktur Pengurus Golkar dari Tiga Formatur Dinilai Ilegal, TP: Mereka Kelompok Perlawanan

Taufan Pawe

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kursi 01 Golkar Sulsel terus digoyang para kadernya sendiri. Terbaru, aksi demonstrasi yang digelar kader muda semakin mengancam posisi Taufan Pawe sebagai Ketua Golkar terpilih pada Musda X awal Agustus lalu di Jakarta.

Taufan Pawe pun merespons santai rongrongan sejumlah kader yang terjadi sejak dua hari terakhir. Bahkan, karena lamanya menunggu formasi kepengurusan yang tak jua terbentuk, tiga tim formatur lainnya masing-masing, perwakilan dari DPD II Farouk M Betta dan Abdillah Natsir serta satu perwakilan dari Hasta Karya AMPG, Imran Tenri Tatta, berinisiatif merampungkan struktur kepengurusan tanpa kehadiran TP.

Taufan Pawe menilai, apa yang ditelurkan tiga formatur tersebut tidak sah. Terlebih, Wali Kota Parepare dua periode tersebut mengaku sudah merampungkan struktur kepengurusan DPD I Partai Golkar Sulsel.

“Itu tidak sah. Mereka kelompok yang melakukan perlawanan. Terkait rapat formatur semua lengkap, saya hadir, DPP hadir, keterwakilan DPD II dan Hasta Karya. Dalam rapat itu, saya sodorkan model kepengurusan yang saya pandang ideal,” tandas Taufan saat dihubungi fajar.co.id, Rabu (26/8/2020).

Taufan Pawe menuturkan, substansi yang ditawarkan yakni memberdayakan seluruh anggota Fraksi Partai Golkar di DPRD Sulsel dalam kepengurusan. Dan itulah yang mereka tolak.

“Mereka menolak apa yang saya tawarkan. Padahal ada petunjuk DPP bahwa anggota fraksi harus ditempatkan sebagai pengurus karena mereka wajah terdepan Partai Golkar,” sebutnya.

Komentar

Loading...