Teka-teki Pjs Selama Pilkada di Sulsel, Begini Penjelasan Gubernur NA


FAJAR.CO.ID MAKASSAR- Pendaftaran peserta kandidat bakal calon bupati/walikota di Sulsel akan dibuka pada 4 September 2020 dan berlangsung di Komisi Pemilihan Umum (KPU) masing-masing daerah.

Untuk Sulsel dari 24 kabupaten/kota tercatat, 12 kabupaten/kota akan mengikuti kontektasi pilkada yaitu Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Kabupaten Barru, Kabupaten Soppeng, Kabupaten Toraja, Kabupaten Toraja Utara, Kabupaten Luwu Utara, Kabupaten Luwu Timur, Kabupaten Bulukumba, dan Kabupaten Selayar.

Dari 12 daerah yang menggelar pilkada, 7 di antaranya akan diisi oleh Penjabat sementara (Pjs) pada 26 September hingga 19 Desember.

Seperti Tana Toraja, Toraja Utara, Selayar, Soppeng, Gowa, Luwu Timur, dan Luwu Utara.

Sedangkan, pada daerah lain yang belum dipastikan akan diisi Pjs adalah Barru, Bulukumba, Maros dan Pangkep. Sementara untuk Kota Makassar sudah diisi oleh Penjabat Wali Kota (Pj).

Melihat itu, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengaku hingga saat ini belum menyiapkan pelaksana tugas (Plt) maupun penjabat sementara (Pjs) untuk mengisi kekosongan kepala daerah yang petahananya maju kembali pada Pilkada Serentak 2020 mendatang.

“Belum, belum ada, nantilah” ucap Nurdin Abdullah.

Ia menekankan kepala daerah yang petahananya maju kembali pada Pilkada Serentak 2020 mendatang harus bersikap netralisasi.

“Pj yang bisa berlaku netral, tidak membuat gaduh di daerah, jadi tentu kita berharap Pj yang akan datang ini menjaga netralitas, yang kedua jangan mengobok-obok program” harap Nurdin Abdullah.

Komentar

Loading...