Alami Stroke Menahun, Nekat Gantung Diri

NAHAS: Petugas saat menemukan Zn dalam posisi duduk dengan kondisi leher terlilit tali tambang. (Rizal Syatori/ Radar Bromo)

FAJAR.CO.ID, PANDAAN — Warga Kelurahan/ Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Zn, 63, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Rabu (26/8), sekitar pukul 17.30, ia meninggal dunia dengan posisi duduk dan leher terikat tambang yang menggantung.

“Tewasnya korban diketahui pertama kali oleh anak tirinya yang masih kecil. Dia masuk ke dalam rumah untuk mengantar makanan dan kaget melihat korban gantung diri,” ujar tetangga korban, Asmuibot.

Selama ini, kata Asmuibot, Zn tinggal sendirian di rumahnya. Meski sudah menikah dengan istri keduanya, namun mereka tidak tinggal serumah. Mendengar Zn gantung diri, sejumlah tetangganya langsung berdatangan ke rumah korban.

“Dengan istri pertama cerai. Kemudian nikah lagi istri kedua dan tidak tinggal serumah. Dulunya dia ngojek. Kemudian stroke sejak dua tahun terakhir,” jelasnya.

Kasus ini pun dilaporkan ke Polsek Pandaan. Karenanya, tak lama berselang anggota Polsek Pandaan tiba di lokasi kejadian didamping Tim Inafis Polres Pasuruan.

Mereka langsung memeriksa kondisi korban dan mengumpulkan keterangan dari warga. Kanitreskrim Polsek Pandaan Ipda Budi Luhur menerangkan, korban diduga kuat bunuh diri.

“Pada jasad korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Penyebab kematiannya murni karena gantung diri. Diduga kuat akibat frustasi karena sakit menahun dan tak kunjung sembuh,” ujar Kanitreskrim Polsek Pandaan Ipda Budi Luhur. (zal/rud/JPNN)

Komentar

Loading...