Ancaman Republik jika AS di Tangan Demokrat

DEMI DUA PERIODE: Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Wakil Presiden Mike Pence disambut para delegasi saat naik panggung pada hari pertama Konvensi Partai Republik di Charlotte, North Carolina (Brendan Smalowski/AFP)

FAJAR.CO.ID — Partai Republik AS menggelar konvensi sejak Senin (24/8). Ajang itu juga digunakan untuk menebar komentar yang menyudutkan Demokrat. Pada hari pertama konvensi, para pembicara menyebut kisah-kisah horor jika AS kembali direbut Demokrat.

Presiden AS Donald Trump hadir secara langsung di Charlotte, North Carolina, pada hari pembukaan konvensi. Tema hari pertama seharusnya soal land of promises alias tanah penuh harapan. Namun, yang diucapkan Trump bukannya harapan, melainkan peringatan.

Dia mengatakan bahwa Demokrat hendak memanipulasi pemilu 3 November nanti untuk menumbangkannya. ’’Mereka mencoba mencuri pemerintahan ini. Satu-satunya cara adalah bermain kotor,’’ ungkapnya sebagaimana yang dilansir Agence France-Presse.

Trump mengulang argumen bahwa Demokrat berusaha untuk mendorong agar pos surat suara bisa diperbanyak. Menurut dia, pemilihan melalui pos sangat rentan manipulasi. Penyelenggara konvensi Republik juga tidak mau kalah dengan Demokrat soal isu keberagaman. Mereka juga mengundang anggota Republik kulit hitam atau keturunan imigran. Misalnya, mantan Duta AS untuk PBB Nikki Haley.

’’Biden (capres Demokrat Joe Biden, Red) dan Demokrat masih menyalahkan kebijakan America First. Padahal, Trump menempatkan bangsa ini sebagai prioritas utama dan dia pantas mendapatkan empat tahun lagi,’’ tegas anak imigran India itu menurut The Guardian.

Yang turut menjadi perhatian adalah Donald Trump Jr. Putra presiden AS itu lebih liar saat diberi kesempatan berbicara. Dia menyebut Biden sebagai Loch Ness, monster danau dari Inggris. Menurut dia, Biden ingin merebut kebebasan rakyat AS dengan paham sosialismenya. (jpc)

Komentar

Loading...