Beda Visi di Pilkada Mamuju, Elite Parpol Pilih Mundur


FAJAR.CO.ID, MAMUJU– Beda visi dengan partai yang menaunginya selama ini, sejumlah elite partai politik memilih mundur di Mamuju.

Mereka yang mundur dari partainya yakni, kader senior partai Gerindra, Hudri Ali dan Ketua DPC Partai Nasdem Kecamatan Kalukku, Suardi Yusuf.

Hudri Ali mundur dari jabatan wakil ketua Gerindra Sulbar lantaran lebih memilih dan mendukung pasangan Habsi-Irwan ketimbang ikut bersama partai Gerindra mendukung bakal calon bupati dan wakil bupati Mamuju Sutinah-Ado.

“Habsi-Irwan surveynya tinggi, sementara Gerindra memberikan dukungan ke bakal calon yang surveynya rendah. Ini menurut saya tindakan yang tidak konsisten sehingga saya lebih baik mundur dari kepengurusan,” kata Hudri Ali.

Usai menyatakan mundur dari Gerindra Sulbar, Hudri Ali mengaku siap bekerja dan berjuang memenangkan bakal calon bupati dan wakil bupati petahana Habsi Wahid -Irwan SP Pababari.

Sebaliknya, Suardi Yusuf memilih melepas jabatannya di Nasdem lantaran kecewa dengan sikap Ketua DPW Nasdem, Habsi Wahid.

“Saya merasa dizalimi, pasca Pemilu 2019 lalu istri saya tiba-tiba dinonjobkan menjadi guru biasa yang tadinya kepala sekolah,” kata Suardi Yusuf.

Usai mundur dari Nasdem, Suardi memilih bergabung ke Demokrat. “Saya memilih Demokrat karena saya tau persis bahwa SDK itu adalah sosok yang sangat komitmen, beliau sahabat saya sejak masih di Golkar dulu,” ucap Suardi.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar