Dugaan Preman Menyusup ke Kodingareng, Polisi Mengaku Tak Tahu

FOTO: ISTIMEWA

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Nelayan Pulau Kodingareng mengaku pernah didatangi preman. Itu terjadi semenjak menolak aktivitas tambang pasir PT Boskalis di wilayah tangkapnya.

Kedatangan para preman itu diduga untuk mencari tahu informasi soal alat yang dibawa para nelayan saat melakukan aksi unjuk rasa.

Di samping itu, mereka merasa risih atas kedatangan orang luar yang dia anggap sebagai preman. Namun, polisi membantah dugaan itu.

“Kalau soal ada preman, apakah dia didatangi preman, kita tidak tahu. Kita juga tidak menggunakan kekuatan demikian,” kata Direktur Polairud Polda Sulsel, Kombes Pol Hery Wiyanto, Kamis (27/8/2020).

Perwira tiga melati ini telah mendengar kabar itu. Namun, Kombes Pol Hery mengaku tidak tahu jika itu adalah warga0 yang dianggap preman oleh para nelayan.

“Saya memang mendengar ada warga yang ke sana. Kenapa? Karena yang saya dengar di Pelelangan Paotere dan Rajawali sudah tak ada ikan. Karena nelayan di Kodingareng tidak melaut,” tambah Kombes Hery.

“Hanya menunggu kapal tidak jalan. Otomatis pendapatan orang di sana menurun. Itulah yang menjadi permasalahan,” sambungnya.

Menurut nelayan, preman yang berjumlah tiga orang itu sempat memperingati agar berhati-hati saat berunjuk rasa dengan PT Boskalis.

“Ada orang datang ke situ. Preman itu cari informasi apa yang dibawa nelayan kalau pergi demo itu PT Boskalis. Namun memang alat demo kami hanya bensin yang diisi ke botol,” kata seorang nelayan, Suwandi, 36 tahun.

Komentar

Loading...