Dugaan Suap Jaksa Pinangki Merembet ke MA, Dugaan Permohonan Fatwa

Kuasa hukum Djoko Tjandra (kiri) bersama staf Kejagung yang disebut bernama Pinangki Sirna Malasari. Foto: ist

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Penyidikan kasus dugaan suap dengan tersangka jaksa Pinangki Sirna Malasari merembet sampai ke Mahkamah Agung (MA). Berdasar pemeriksaan oleh Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus (JAM Pidsus), muncul dugaan Pinangki memberikan janji fatwa MA untuk Djoko Tjandra. Dari dugaan itulah Komisi Yudisial (KY) memulai investigasi.

Penegasan bahwa investigasi sudah berjalan disampaikan Komisioner KY Aidul Fitriciada Azhari. Dia menyatakan sudah mendapat informasi dari ketua bidang pengawasan hakim dan investigasi terkait dugaan pelanggaran oleh oknum hakim MA.

”Laporan diteruskan ke biro investigasi,” beber dia. Namun, dia tidak bisa mengungkapkan perkembangan investigasi itu. ”Karena biasanya investigasi bersifat mandiri,” imbuhnya.

Sementara itu, Juru Bicara MA Andi Samsan Nganro menampik penyidikan Pinangki terkait dengan instansinya. ”Kami belum tahu urusan permohonan fatwa hukum ke MA terkait terpidana Joko S. Tjandra,” ujarnya.

Menurut pejabat yang juga bertugas sebagai hakim agung itu, pihaknya baru mengetahui informasi tersebut dari media. Andi tidak menjawab ketika ditanya apakah ada permohonan fatwa MA dari Djoko Tjandra. ”Pastikan dulu apakah memang pihak Joko Tjandra sudah mengajukannya,” katanya.

Pada bagian lain, Ketua Komisi Kejaksaan (Komjak) Barita Simanjuntak menyampaikan bahwa pihaknya sempat mengundang Pinangki untuk memberikan penjelasan atas laporan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI). Laporan itu diajukan lantaran MAKI mendapat dokumen foto yang menunjukkan Pinangki berada dalam satu frame bersama Djoko Tjandra.

Komentar

Loading...