FPI Pertanyakan Izin Penjualan Minuman Beralkohol, Begini Respons Fraksi PKS

FOTO: ISTIMEWA

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Perubahan rancangan peraturan daerah nomor 5 tahun 2012 tentang Minuman Beralkohol (minol) tengah dalam pembahasan di DPRD Kota Makassar.

Rencana perubahan ini kemudian dipertanyakan Front Pembela Islam (FPI). Puluhan anggotanya pun mendatangi kantor DPRD Kota Makassar, Kamis (27/8/2020). Kedatangan FPI diterima oleh tiga anggota fraksi PKS DPRD Kota Makassar yaitu Andi Hadi Ibrahim Baso, Anwar Faruq dan Azwar.

Ketua Dewan Tanfidzi Wilayah FPI Makassar, Habib Hamid bin Muhammad Al-Hamid mempertanyakan isu yang berkembang terkait adanya pelemahan dalam Ranperda Minol ini.

“Jadi kedatangan kami untuk mempertanyakan isu yang berkembang bahwa akan ada rencana pelemahan perda tentang minuman beralkohol,” ujarnya.

Ranperda Miras, menurut Habib Hamid terdapat poin-poin yang mengizinkan penjualan miras secara online.

Ketua Fraksi PKS, Andi Hadi Ibrahim mengapresiasi kedatangan FPI, ia menyebut bahwa FPI memiliki misi yang sama dengan Anggota Dewan, yaitu memberantas peredaran minuman beralkohol.

“Jadi kami mengapresiasi teman-teman (FPI) yang kedatangan mereka saat ini merupakan cara untuk membantu pemerintah tentang peredaran minol di kota Makassar,” papar Hadi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa memang benar saat ini Bapemperda sedang melakukan pembaruan Perda no 5 tahun 2012, dan ia berharap bahwa perda tersebut akan semakin memperkuat pemberantasan minol, bukan justru sebaliknya.

Komentar

Loading...