Gara-gara Dua Hal Ini, Gubernur Dituding Anti Dialog Masalah Rakyat

Unjuk rasa yang terjadi di gerbang Kantor Gubernur beberapa waktu lalu.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Ada dua persoalan yang saat ini terus diminta untuk dilaksanakan oleh Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA). Masalah yang pertama adalah permintaan pemindahan jenazah Covid-19. Jenazah itu bernama Nurhayani Abram, warga asal Bulukumba yang dinyatakan negatif setelah dilakukan swab test.

Hal itu terus didesak oleh suami almarhumah, Andi Baso Ryadi, beserta beberapa anak kandungnya. Berkali-kali ingin berdialog dengan NA untuk mendengarkan aspirasinya.

“Intinya Pak Gubernur ini anti dialog dengan segala permasalahan rakyat Sulsel. Dia berjalan sendiri dengan pendapat dan pikirannya tanpa mau mendengar, dan tahu realita lapangan yang ada,” kata Andi Baso, Kamis (27/8/2020).

Pada Kamis (13/8/2020) lalu, Dia bersama anak-anaknya dan dikawal oleh puluhan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa.

Mereka menuntut ingin bertemu dengan NA untuk meminta kejelasan soal permintaannya, memindahkan jenazah istrinya dari kompleks pemakaman Covid-19 ke, pemakaman keluarga, di Bulukumba.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr Ichsan Mustari, mengatakan bahwa jenazah yang dikuburkan di pemakaman umum covid-19 di Macanda, Kabupaten Gowa bisa saja dipindahkan.

Akan tetapi, hal tersebut belum bisa dilakukan sekarang. Dirinya menuturkan, jenazah yang ada di Macanda bisa dipindahkan pihak keluarga setelah wabah Covid-19 ini berakhir.

“Saya kira bisa (Dipindahkan) tetapi kita telah tetapkan setelah covid-19 selesai,” kata dr Ichsan.

Komentar

Loading...