Gara-gara Dua Hal Ini, Gubernur Dituding Anti Dialog Masalah Rakyat

Kamis, 27 Agustus 2020 21:31

Unjuk rasa yang terjadi di gerbang Kantor Gubernur beberapa waktu lalu.

Akan tetapi, hal tersebut belum bisa dilakukan sekarang. Dirinya menuturkan, jenazah yang ada di Macanda bisa dipindahkan pihak keluarga setelah wabah Covid-19 ini berakhir.

“Saya kira bisa (Dipindahkan) tetapi kita telah tetapkan setelah covid-19 selesai,” kata dr Ichsan.

Masalah kedua ialah soal polemik nelayan Pulau Kodingareng, yang menuntut NA mencabut izin tambang pasir PT Boskalis. Para nelayan menganggap tambang itu mengurangi hasil tangkapannya.

Bahkan, mereka sempat nginap selama sehari di pintu gerbang kantor Gubernur Sulsel, pada Kamis (14/8/2020) lalu.

Namun sia-sia. Usaha mereka bertemu dengan orang nomor satu di Provinsi Sulsel tidak terpenuhi.

“Sejak Juli, saya hanya bisa dapat ikan tenggiri hanya seekor saja yang beratnya 3 kilogram. Sebelum ada penambang, bisa dapat tujuh ekor yang harganya Rp50 ribu per ekor,” kata seorang nelayan, Suwandi.

Nurdin Abdullah mengatakan, pihaknya telah memberi penjelasan kepada masyarakat yang merasa terdampak akibat penambangan pasir yang dilakukan kapal Boskalis guna membangun proyek strategis nasional Makassar New Port (MNP).

Bagikan berita ini:
5
7
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar