Kasus Joker Usik Nasdem, Andi Irfan Jaya Tak Lagi di JSI

Andi Irfan Jaya

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Partai Nasional Demokrat (Nasdem) ikut terusik dengan pemeriksaan Andi Irfan Jaya (AIJ) dalam skandal suap Djoko Tjandra atau Joker. Klarifikasi perlu dilakukan.

Wakil Ketua Umum DPP Nasdem, Ahmad Ali tak menampik Andi Irfan Jaya merupakan kader Nasdem di Sulsel. Hanya saja, pihaknya cukup dikagetkan dengan kemunculannya dalam kasus Djoko Tjandra.

“Baru tahu kalau dipanggil kejaksaan. Nanti kami panggil. Termasuk DPD Soppeng dan Nasdem Sulsel,” ungkapnya.

Ia juga menyebut semua kader akan sama perlakuannya. Tak ada yang dibedakan. Bagi yang terseret masalah hukum bisa diberhentikan. Tetapi, asas praduga tak bersalah tetap dikedepankan.

“Apalagi bila tidak ada hubungan dengan partai. Kami akan panggil agar tidak memunculkan anggapan-anggapan,” terangnya.

Pemanggilan Irfan Jaya sebagai saksi meringankan untuk tersangka jaksa Pinangki Sirna Malasari juga disampaikan manajemen Jaringan Suara Indonesia (JSI). Melalui Wakil Direktur Eksekutif JSI, Popon Lingga Geni mengatakan, AIJ memang pernah bekerja dan berkiprah di JSI dengan baik.

Hingga akhirnya, kata dia, menjadi direktur strategi pemenangan. Akan tetapi, AIJ mengundurkan diri sejak 2017.

“Beliau bukanlah pendiri JSI. Tetapi, banyak terlibat dalam kiprah JSI. Sampai kemudian mengundurkan diri dengan alasan pribadi,” jelasnya.

Selama di JSI, kata dia, AIJ sosok teman yang baik dan sering membantu rekan-rekannya. AIJ tidak pernah memiliki track record yang bermasalah. Dalam tugasnya di Sulsel, AIJ tidak pernah bertugas di wilayah Kabupaten Gowa dan Pangkep.

Komentar

Loading...