Mengerikan! Remaja jadi Sasaran Pembunuhan Sadis, Dua Pekan Tercatat 35 Kasus

TUNTUT KEADILAN: Seorang petugas kepolisian meniup terompet di dekat deretan peti jenazah yang dibawa para demonstran di Medellin, Kolombia, Senin (24/8). Massa memprotes aksi pembantaian remaja yang terus terjadi belakangan ini (Joaquin Sarmento/AFP)

FAJAR.CO.ID — Alvaro Caicedo tak bisa melupakan momen mengerikan yang dilihatnya pada Rabu (12/8). Ketika itu dia berkeliling mencari putranya yang tak kunjung pulang. Saat diberi informasi bahwa Jose, putranya, bersama para pemuda lainnya, dia sedikit lega.

Sayangnya, kelegaan tersebut tak berlangsung lama. Dia menemukan Jose tergeletak tak bernyawa di Llano Verde, Cali, Kolombia. Bocah 15 tahun itu penuh luka seperti baru disiksa. Di sampingnya, ada empat jenazah lain. Mereka adalah teman-teman sepermainannya. Kondisi mereka serupa.

Caicedo tak pernah menyangka anaknya akan menjadi korban kebrutalan pembunuhan para remaja yang terjadi belakangan ini di area pedesaan Kolombia. Dilansir Al Jazeera, selama 12 hari terakhir, ada 35 kasus pembunuhan. Sebagian besar korbannya adalah remaja belasan tahun. Terdapat bekas penyiksaan di sekujur tubuh jenazah mereka.

Erlendy Cuero dari asosiasi Afrodes mengungkapkan, saat ini penduduk Llano Verde ketakutan. Terutama yang memiliki anak remaja. Sebab, pembunuhan yang menimpa lima remaja tadi bisa juga terjadi pada anak mereka. ’’Pembantaian ini membuat orang-orang sadar bahwa kelompok yang menjadi pelaku tidak peduli siapa yang mereka bunuh. Sekalipun anak-anak,’’ tegasnya.

Pada Jumat (21/8), ada tiga pembunuhan di tempat terpisah. Total 17 orang meninggal di Provinsi Arauca, Cauca, dan Narino. Sebelumnya, pada 16 Agustus, delapan remaja dibunuh di Narino. Kelompok bersenjata masuk ke sebuah rumah dan menembaki mereka.

Komentar

Loading...