Pertamina Rugi Triliunan, Emma Sri Martini Beber Tiga Faktor

ILUSTRASI kilang Pertamina. (Dok. JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — PT Pertamina (Persero) menjelaskan terkait kerugian yang dialami perusahaan. Seperti diketahui, pada semester-I tahun ini perseroan membukukan rugi sebesar USD 767,92 juta.

“Izin menjelaskan. Betul Pak, posisi first half 2020 mencatatkan rugi. Rugi kurang lebih USD707 juta,” kata Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan komisi VII DPR RI, Rabu (26/8).

Emma memaparkan, terdapat tiga faktor penyebab utama kerugian tersebut. Pertama, karena menurunnya permintaan.

Kondisi yang terjadi saat ini berbeda dari krisis-krisis sebelumnya. Krisis akibat Covid-19 menjadi krisis yang lebih berat dibandingkan krisis keuangan.

“Sekarang demand yang berdampak signifikan pada revenue kita,” ucapnya.

Kedua, lanjutnya, nilai tukar atau kurs. Emma mengatakan, secara fundamental keuangan Pertamina dibukukan dalam dolar Amerika Serikat. Sehingga menimbulkan kerugian kurs hingga 40 persen.

“Ini menimbulkan komposisi rugi kurang lebih 30-40 persen dari kerugian kita,” tuturnya.

Sedangkan faktor ketiga, yaitu melemahnya harga minyak dunia. Hal tersebut berpengaruh pada sektor hulu yang berkontribusi besar pada penerimaan Pertamina.

Harga minyak mentah pada kuartal-II melemah hingga menyentuh angka USD 19-20 dibandingkan posisi Desember USD 63 per barel.

“Kita sangat terdampak sekali pada margin di hulu. Padahal margin di hulu penyumbang kontributor EBITDA terbesar 80 persen. Dari ini jadi tiga faktor sangat siginifikan terdampak,” pungkasnya. (jpc/fajar)

Komentar

Loading...