Proses Persidangan Etik Pegawai KPK yang Tertutup, Publik Diminta Mengawasi

KPK

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pelaksana tugas (Plt) Direktur Pengaduan Masyarakat, Aprizal telah menjalani sidang dugaan pelanggaran kode etik oleh Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).Azprizal diduga melanggar etik dalam kegiatan operasi tangkap tangan (OTT) yang sempat melibatkan Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

“Sesuai imbauan dari Ketua Dewan Pengawas KPK sebelumnya, kami mengajak masyarakat untuk mengawal proses sidang etik yang sedang berlangsung saat ini,” kata pendamping Wadah Pegawai (WP) KPK, Febri Diansyah dalam keterangannya, Rabu (26/8).

Febri mengaku, tak mempermasalahkan jika rekannya Aprizal disanksi etik. Namun, persidangan yang berjalan tertutup harus berjalan objektif. “Memastikan hukuman dijatuhkan sesuai dengan fakta, seluruh pelanggaran diusut dan jangan sampai ada yang dikorbankan juga menjadi pekerjaan bersama yang perlu dikawal,” cetus Febri.

Sebelumnya, mantan juru bicara KPK Febri Diansyah ditunjuk sebagai pendamping hukum WP KPK. Febri menyebut, Aprizal sebelum menjabat sebagai Plt Direktur Pengaduan Masyarakat merupakan Plt Direktur Penyelidikan KPK sejak Agustus 2018 – Juli 2019.

“Kita tahu di tahun itu OTT terbanyak dengan pelaku korupsi dari berbagai level diproses oleh KPK. Selama ia memimpin Direktorat Penyelidikan sekitar 27 OTT terjadi saat itu dan seluruh pelaku korupsi sampai diproses di pengadilan hingga berkekuatan hukum tetap telah divonis bersalah. Kenapa ini perlu kami sampaikan, karena melihat track record terperiksa menunjukkan ia sangat memahami dan berkontribusi signifikan memimpin sejumlah OTT di KPK sebelumnya sebagai Plt Direktur Penyelidikan saat itu,” ungkap Febri.

Komentar

Loading...