Tolak Aktivitas Tambang Pasir Laut, Tiga Nelayan Ditangkap, Satu Orang Resmi Tersangka

Nelayan Kodingareng berusaha mengevakuasi perahu yang dirusak polisi.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Penangkapan tiga nelayan di laut saat menolak aktifitas tambang pasir PT Boskalis beberapa hari yang lalu, kini telah masuk ke babak baru.

Tiga nelayan yang ditangkap itu bernama Faisal, Nasiruddin, dan Baharuddin. Namun hanya Nasiruddin yang ditetapkan tersangka.

“Ditahan satu (nelayan) bernama Nasiruddin karena terlibat dalam pembakaran pipa di Makasar New Port pada 23 Juli kemarin,” kata Dir Polairud Polda Sulsel, Kombes Pol Hery Wiyanto, Kamis (27/8/2020).

Sementara dua orang diantaranya dipulangkan. Alasannya, penyidik tidak memiliki bukti yang cukup yang menaikkan status hukum kedua nelayan itu.

Keduanya hanya wajib lapor kepada polisi. Jadi hingga saat ini, hanya Nasiruddin yang resmi tersangka dan telah ditahan di Dit Polairud Polda Sulsel.

“Dua orang sudah pulang ke pulau. Hanya 1 x 24 jam di Polairud dan dijemput oleh keluarganya karena tidak cukup bukti untuk kita sidik,” terang perwira tiga bunga ini.

Diketahui, Faisal, Nasiruddin, dan Baharuddin ditangkap pada Minggu, (23/8/2020) siang lalu. Satu orang lolos dengan cara lompat ke laut.

Saat itu, dikerahkan sebuah kapal perang turun ke lokasi jika suatu saat para nelayan melakukan tindakan yang dianggap merugikan PT Boskalis.

Ketegangan berupa adu mulut antara aparat dan nelayan terjadi. Hingga ricuh dan penangkapan pun dilakukan.

Komentar

Loading...