Henry Taryatmo Sempat Beri Uang Rp250 Ribu, Pisau Dapur Tiba-tiba Menghujan ke Sri Handayani

Rekonstruksi pembunuhan satu keluarga di Baki digelar di Mapolres Sukoharjo, Kamis (27/8). (Dok.Radar Solo)

FAJAR.CO.ID, SUKOHARJO — Rekonstruksi pembunuhan di Dusun Slemben, Desa Duwet, Kecamatan Baki akhirnya digelar kantor di Mapolres dengan penjagaan yang ketat. Aksi Henry Taryatmo, 41, menghabisi Suranto, 43, beserta istrinya Sri Handayani, 35, dan dua anaknya yang berusia 10 dan 6 tahun itu benar-benar sadis. Para korban ditusuk beberapa kali di area vital seperti hati dan jantung tanpa perlawanan.

Gambaran ini terlihat dalam adegan rekonstruksi yang diperankan pelaku di Mapolres Sukoharjo, Kamis (27/8). Henry datang dengan dua kaki diperban karena ditembak polisi saat ditangkap Sabtu (22/8) dini hari lalu. Dia berjalan dengan dibantu kruk.

“Secara umum dalam rekonstruksi ada 51 adegan yang diperagakan tersangka. Untuk empat korban dan saksi-saksi diperankan oleh anggota (polisi),” ujar Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas sepeti dikutip Radar Solo, Jumat (28/8).

Rekonstruksi yang dilakukan pelaku mengungkap detik-detik peristiwa yang terjadi pada Rabu dini hari lalu (19/8). Terungkap Henry datang ke rumah korban di Dusun Slemben, Desa Duwet, Baki, Sukoharjo, pukul 01.00, untuk mengembalikan mobil dan membayarkan setoran. Selain bersahabat, keduanya merupakan mitra bisnis rental mobil.

Henry memang sudah terbiasa ke rumah korban. Dia pun langsung masuk ke rumah korban dan memasukkan mobil ke garasi karena memang pagar rumah itu sehari-hari tidak pernah dikunci.

Komentar

Loading...