Kecewa Hasil Pengumuman Tes CPNS, Massa Bakar Kantor BKD

Jumat, 28 Agustus 2020 18:01

Kantor BKD Mamberamo Raya yang dibakar massa karena kecewa dengan pengumuman CPNS formasi 2018. (Facebook Gam Mamra/Anta...

FAJAR.CO.ID, PAPUA — Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Mamberamo Raya, Papua, dilaporkan dibakar oleh oknum warga atau massa yang kecewa dengan hasil pengumuman tes CPNS Formasi 2018 pada Jumat (28/8).

Kabidhumas Polda Papua Kombespol A.M. Kamal seperti dilansir dari Antara di Kota Jayapura, membenarkan peristiwa tersebut.”Jadi, laporan yang diterima dari pukul 11.00 WIT hingga pukul 13.00 WIT, terjadi perusakan dan pembakaran kantor BKD Mamberamo Raya oleh oknum warga. Mereka kecewa terkait hasil pengumuman CPNS 2018 oleh pemerintah setempat,” kata Kamal di Mapolda Papua pada Jumat (28/8).

Dia menjelaskan, peristiwa itu bermula sekitar pukul 10.00 WIT puluhan warga yang diduga tidak lolos formasi CPNS 2018 itu berkumpul di Distrik Kasonaweja, Kabupaten Mamberamo Raya. Mereka kemudian menyeberang ke Burmeso, pusat perkantoran dengan menggunakan sejumlah speedboat dan perahu.

”Dalam perjalanan ke arah pusat perkantoran di Burmeso, mereka melakukan pelemparan sejumlah kantor. Termasuk kantor KPU setempat,” terang Kamal.

Awalnya kumpulan warga itu hendak ke kantor BKD Mamberamo Raya untuk menemui pejabat atau staf terkait, guna menanyakan soal pengumuman CPNS formasi 2018 yang telah beredar di tengah publik. ”Mereka mencoba menemui staf di sana tapi tidak didapatkan. Tidak ada yang bisa menjelaskan terkait hasil pengumuman CPNS itu,” ujar Kamal.

Kapolres Mamberamo Raya, lanjut Kamal, telah di TKP bersama personelnya untuk melerai dan menenangkan massa agar tidak bertindak anarkis. Tapi upaya itu tidak berhasil karena jumlah warga sekitar 500 orang. Setelah melampiaskan kemarahan dengan merusak dan bakar kantor BKD, massa membubarkan diri.

”Mereka membubarkan diri, kembali ke rumah masing-masing dengan menggunakan speedboat dan perahu. Mereka tidak tinggal di Burmeso, ada yang di Kasonaweja dan distrik lain,” papar Kamal.

Dia menyatakan, peristiwa itu bisa dicegah seandainya penyelenggara pemerintah dalam hal ini BKD Kabupaten Mamberamo Raya, berkoordinasi terkait rencana pengumuman CPNS. Sehingga, bisa dilakukan antisipasi terkait aksi anarkis tersebut. ”Pihak kepolisian baru tahu setelah ada mobilisasi massa yang bergerak dari Kasonaweja ke Burmeso. Hal ini cukup kita sayangkan, karena merugikan. Jika ada hal yang patut dibicarakan sebaiknya dilakukan,” kata Kamal.

Kamal menambahkan, hingga kini aparat Kepolisian Resor Mamberamo Raya masih berjaga-jaga di sekitar lingkungan perkantoran di Distrik Burmeso dan Kasonaweja.

Sementara itu, pantauan dari laman media sosial Facebook Mamberamo Raya News, sejumlah warga melampiaskan berbagai kekecewaan dengan pernyataan yang keras terkait pengumuman CPNS formasi 2018 yang tidak mengakomodir warga asli setempat. (JPC)

Bagikan berita ini:
6
6
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar