PREDATOR


Oleh Prof Itji Diana Daud

Dua hari yang lalu beredar di Medsos, seorang pemuda memberi minuman miras kepada seorang bocah   sampai bocah itu mabuk. Sempoyongan dan menabrak apa saja di depannya  dan akhirnya sang bocah terkapar.

Pemuda pelaku lalu tertawa terbahak-bahak. Informasi selanjutnya  dua  orang pelaku konon telah dipenjara dan korban telah dalam perawatan dokter.

Sejak pandemi banyak sekali berita menggemaskan tentang anak kecil yang menjadi korban, antara lain pelecehan sexsual, perkosaan dan dibully.

Umumnya yang melakukan adalah pria remaja dan pria dewasa.

Pelaku melakukan karena iseng, hasil pemeriksaan oleh dokter ahli jiwa konon pelaku mengalami kelainan jiwa.

Semua pelaku kejahatan di atas disebut Predator. Predator adalah pemangsa, dari sudut  pandang  kemanusiaan sangatlah biadab.

Kewaspadaan terhadap  individu predator harus dimulai pada tingkat keluarga, yaitu  lingkup sebuah rumah. Semua keluarga harus menjaga anak-anak agar tidak menjadi korban.

Para predator muncul juga dari sebuah keluarga. Oleh karena itu untuk menstop atau menghilangkan predator maka dalam rumah harus memunculkan suasana kasih sayang.  Anak –anak harus tumbuh dalam kasih sayang. Harus diajarkan dengan Cinta kepada Orang tua, saudara, handai taulan, Cinta kepada Sesama manusia, Cinta kepada Bangsa dan Tanah Air.   Sehingga hilanglah generasi predator untuk masa depan.

Komentar

Loading...