PREDATOR


Oleh Prof Itji Diana Daud

Dua hari yang lalu beredar di Medsos, seorang pemuda memberi minuman miras kepada seorang bocah   sampai bocah itu mabuk. Sempoyongan dan menabrak apa saja di depannya  dan akhirnya sang bocah terkapar.

Pemuda pelaku lalu tertawa terbahak-bahak. Informasi selanjutnya  dua  orang pelaku konon telah dipenjara dan korban telah dalam perawatan dokter.

Sejak pandemi banyak sekali berita menggemaskan tentang anak kecil yang menjadi korban, antara lain pelecehan sexsual, perkosaan dan dibully.

Umumnya yang melakukan adalah pria remaja dan pria dewasa.

Pelaku melakukan karena iseng, hasil pemeriksaan oleh dokter ahli jiwa konon pelaku mengalami kelainan jiwa.

Semua pelaku kejahatan di atas disebut Predator. Predator adalah pemangsa, dari sudut  pandang  kemanusiaan sangatlah biadab.

Kewaspadaan terhadap  individu predator harus dimulai pada tingkat keluarga, yaitu  lingkup sebuah rumah. Semua keluarga harus menjaga anak-anak agar tidak menjadi korban.

Para predator muncul juga dari sebuah keluarga. Oleh karena itu untuk menstop atau menghilangkan predator maka dalam rumah harus memunculkan suasana kasih sayang.  Anak –anak harus tumbuh dalam kasih sayang. Harus diajarkan dengan Cinta kepada Orang tua, saudara, handai taulan, Cinta kepada Sesama manusia, Cinta kepada Bangsa dan Tanah Air.   Sehingga hilanglah generasi predator untuk masa depan.

Perilaku predator tidak akan muncul di bumi Indonesia jika kita mulai mencegah mulai saat ini.

 Semua  media massa yaitu media cetak ( surat kabar ), media gambar  ( Stasiun Televisi ) , media suara  ( Radio ) harap selalu tayangkan cerita- cerita yang bernuansa agama, karakter positif , perilaku sederhana,  damai dan perilaku santun.  Sehingga masyarakat akan melihat karakter yang positif dan tentu akan mengaplikasikannya dalam setiap aktifitas kesehariannya.

Aparat Kepolisian, Aparat Hukum dan Negara perlu  memberikan hukuman yang paling maksimal kepada predator, sehingga tidak ada lagi individu  mempredasi individu lain terutama kepada anak-anak  yang tak berdosa.

**

Lain lagi predator yang ada di sawah, lahan atau kebun. Predator ini adalah organisme hewan yang bagi petani sangat diharapkan  keberadaannya.

Defenisi Predator  dari ilmu serangga adalah  serangga atau hewan yang memangsa serangga herbivour  untuk menyelamatkan diri dari kelaparan.

Ada  kurang lebih ribuan spesies predator  contoh  ular, semut rangrang, Coccinella spp  merupakan teman petani..  Predator secara defenisi pemangsa  yang menghabiskan mangsanya  demi menyelamatkan diri dari kelaparan.

Predator yang di sawah dan di kebun,  menjadi teman petani.

Fungsinya adalah memangsa Organisme Pengganggu Tanaman  ( OPT) atau Hama  sehingga jika hama dapat dikendalikan maka tanaman akan dapat tumbuh dan berkembang secara optimum. Petani akan mengurangi penyemprotan pestisida sehingga ada dua manfaat yang didapatkan jika predator ada di lahan pertanaman yaitu produk tanaman optimum dan kurangnya residu pestisida di ekosistem serta pada produk pertanian.

***

Membandingkan Predator bagi anak- anak / bocah   dan Predator bagi Hama.

Anak-anak/bocah adalah generasi penerus bangsa, tumbuh dan kembangnya harus dijaga karena harus ada calon penerus bangsa Indonesia.

Predator bagi OPT atau Hama, memang OPT atau Hama harus dikendalikan populasinya karena kalau tidak maka petani akan gagal panen itu artinya tidak ada bahan pangan. Bahan pangan tidak ada maka kita akan kelaparan .

Mari kita jaga keluarga kita dan doakan petani agar tetap semangat di sawah, lahan dan kebun..

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...