Tangguhkan Daeng Manre, Tolak PT Boskalis! LBH Ajukan Pra Peradilan

Daeng Manre (tengah)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Status tersangka yang menjerat Daeng Manre, 54 tahun dalam kasus perobekan uang mendapat pengawalan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar.

Baru-baru ini, LBH Makassar sudah ancang-ancang mengajukan pra peradilan di Pengadilan Negeri (PN) Makassar.

“Suratnya sudah kita layangkan langsung ke Pengadilan Negeri (PN) Makassar,” kata penasihat hukum Manre, Edy Kurniawan kepada wartawan, Jumat (28/8/2020).

Pihaknya pun kini masih menunggu proses registrasi untuk kemudian dilakukan jadwal persidangan, demi membebaskan Daeng Manre.

Nelayan dengan nama lengkap Mansur Pasang Daeng Manre ini ditangkap dan ditetapkan tersangka, atas kasus perobekan mata uang.

Uang itu adalah pemberian dari PT Boskalis kepada Daeng Manre usai melakukan survei dengan para nelayan. Namun, uang tersebut diduga sebagai sogokan untuk nelayan.

Uang yang diduga sogokan yang dibungkus amplop itu dirobek oleh Manre. Padahal Manre sendiri mengaku tidak tahu itu berisi uang tunai.

“Kita upayakan penangguhan Daeng Manre (dan yang lain). Karena tidak diperlukan adanya penahanan. Apalagi statusnya pandemi. Pak Manre juga ini tulang punggung keluarga,” tambah Edy.

Unsur kesengajaan dalam perobekan uang kertas itu pun tidak ada. Kata dia, Daeng Manre tidak sengaja merobek amplop yang ternyata berisi uang yang diduga sogokan PT Boskalis.

Penyidik Dit Polairud Polda Sulsel kini menjerat Pasal 35 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang Negara terhadap Daeng Manre.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...