Uang Suap Dibelikan BMW, Jaksa Pinangki Tolak Diperiksa Polisi

Jaksa Pinangki Sirna Malasari dan kuasa hukum Djoko Tjandra, Anita Kolopaking. Foto: Instagram/ngopibareng

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Dugaan adanya penerimaan hadiah alias suap yang diterima Jaksa Pinangki Sirna Malasari terus diselidiki penyidik Kejaksaan Agung.

Yang terbaru, jaksa perempuan itu ditengarai membeli mobil BMW dari uang yang diperoleh dari Joko Soegiarto Tjandra. Tidak menutup kemungkinan Pinangki akan dijerat dengan pasal tindak pidana pencucian uang.

“Penyidikan masih terus berjalan. Penyidik masih menelusuri soal ini. Jika nanti ada bukti permulaan yang cukup, bahwa hasil kejahatannya digunakan untuk pembelian barang ataupun apapun, maka akan ada pasal yang terkait dengan itu. Yakni pencucian uang,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Hari Setiyono di Gedung Bundar Jampidsus, Kejagung, Jakarta, Kamis (27/8).

Dia memastikan proses penyidikan akan terbuka. Penyidik, lanjutnya, akan melakukan penelusuran uang suap tersebut dipakai untuk apa saja. “Intinya follow the money,” jelas Hari.

Penelusuran ini dilakukan setelah Kejagung memeriksa 3 saksi. Mereka adalah Joko Tjandra, Manager Station Automation System Garuda Indonesia, Muhammad Oki Zuheimi dan Sales PT. Astra International BMW Sales Operation Branch Cilandak, Yenni Praptiwi.

Sementara itu, rencana polisi memeriksa Pinangki yang kini ditahan di Rutan Salembang Cabang Kejagung, batal. Perempuan cantik tersebut diketahui menolak diperiksa polisi.

“Kita sudah menerima surat dari Bareskrim Polri terkait pemeriksaan Pinangki. Kami sudha sediakan tempat di Gedung Bundar untuk ruangan pemeriksaan. Informasi Kasubdit, pemeriksaan batal karena Pinangki menolak. Tapi kita harapkan ini supaya bisa clear. Pinangki harus memberi keterangan,” kata Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus) Kejagung Febrie Ardiansyah.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...