Uang Suap Dibelikan BMW, Jaksa Pinangki Tolak Diperiksa Polisi

Jaksa Pinangki Sirna Malasari dan kuasa hukum Djoko Tjandra, Anita Kolopaking. Foto: Instagram/ngopibareng

Joko Tjandra sendiri kemarin kembali menjadi tersangka dalam kasus dugaan pemberian hadiah dan janji kepada Pinangki. Ini setelah ditemukannya bukti adanya pemberian hadiah atau janji terkait perkara tersebut.

Pemberian hadiah itu diduga berkaitan dengan pengurusan fatwa ke Mahkamah Agung (MA). Kapuspenkum Kejagung, Hari Setiyono menyebut pada periode November 2019 sampai Januari 2020, Joko Tjandra mencoba memberikan hadiah atau janji untuk kepengurusan fatwa MA. Fatwa tersebut berkaitan dengan statusnya sebagai terpidana.

Terpisah, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) Boyamin Saiman menyebut awal diduga awalnya Pinangki minta dipertemukan dengan Joko Tjandra kepada seorang pengusaha bernama Rahmat.

Diduga, Rahmat mengantar Pinangki bertemu dengan Joko Tjandra di Kuala Lumpur, Malaysia. Mereka pergi ke Kuala Lumpur melalui Singapura pada 12 November 2019.

“Terus ke sana ada pembicaraan yang intinya akan membantu Joko Tjandra lepas dari jeratan hukum. Bentuknya mengajukan fatwa ke MA bahwa putusan Joko Tjandra tidak bisa dieksekusi dengan berbagai alasan,” kata Boyamin.

Selanjutnya pada 25 November 2019, Pinangki mengajak pengacara Anita Kolopaking menemui Joko Tjandra. Pertemuan tersebut juga diduga membahas rencana pengurusan fatwa ke MA.

Pinangki disebut-sebut meminta sejumlah uang terkait pengurusan fatwa MA ke Djoko Tjandra. “Dalam proses itu Pinangki mengajukan proposal,” imbuhnya.

Kemudian, Pinangki dan Anita kembali ke Indonesia. Diduga uang yang diberikan Joko Tjandra lebih rendah daripada yang dijanjikan sebelumnya. Kemudian, diduga Pinangki mencoba melobi pejabat di MA. Namun, upaya tersebut gagal. Selain itu, rencana fatwa pengurusan MA tersebut diduga batal.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar