Heboh dan Viral di Medsos, Barang Terlarang di Lipatan Peci Santri

Polres Sampang saat menggelandang tersangka kasus narkoba, Jumat (28/8/2020). Foto: Abd Aziz/antara Artikel ini telah tayang di JPNN.com dengan judul "MT Diam-diam Selipkan Barang Terlarang di Lipatan Peci Santri, Heboh dan Viral di Medsos", https://www.jpnn.com/news/mt-selipkan-diam-diam-barang-terlarang-di-lipatan-peci-santri-heboh-dan-viral-di-medsos?page=2

FAJAR.CO.ID,PAMEKASAN — Seorang pengedar narkoba yang memperalat santri di Pondok Pesantren Darul Amin Pandiyangan, Sampang, akhirnya ditangkap polisi setempat, Jumat (28/8).

Pengedar narkoba yang memperalat santri itu berinisial MT, 33, warga Desa Lar-Lar, Kecamatan Banyuates.

“MT ini ditangkap pada Kamis (27/8/2020) pukul 17.20 WIB, di rumahnya di Dusun Bejegung, Desa Astapah, Kecamatan Omben,” kata Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz di Sampang, dalam keterangan persnya di Mapolres Sampang, Jumat.

Peran MT diketahui sebagai pengedar dan pengungkapan kasus narkoba ini merupakan serangkaian kejadian di Desa Pandiyangan, Kecamatan Robatal.

“Alhamdulillah setelah 3 hari pascaperistiwa itu kami mengamankan MT,” ucap Hafidz. Menurut kapolres, sebelum ditangkap, tersangka sempat pergi ke sebuah tempat untuk menghindari kejaran polisi.

“Malam hari kejadian itu sempat pergi dia,” ujarnya. Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sabu seberat 2,5 gram. Barang bukti tersebut sengaja diselipkan dibalik kopyah santri.

Dari pemeriksaan sementara, alasan tersangka menyelipkan sabu lantaran ada transaksi pesanan, sehingga menggunakan jasa seorang bocah kecil tak lain keponakan tersangka.

“Jadi anak kecil itu masih keluarga MT, makanya tersangka selipkan suatu barang ke pecinya tanpa diketahui, ada diselipkan sabu-sabu,” terang kapolres.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pengembangan atas kasus penangkapan MT.Tersangka dijerat Pasal 114 ayat 1 subsider Pasal 112 ayat 1 junto Pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Komentar

Loading...